13 December, 2010

Transmisi Data

Transmisi Data
Kesuksesan sebuah transmisi bergantung kepada dua faktor, yaitu :
mutu sinyal yang ditansmisikan dan karakteristik media transmisi yang digunakan. Suatu media transmisi dapat digolongkan menjadi :
  • Guided media. Pada media ini, gelombang dikendalikan sepanjang jalur fisik. Contohnya, twisted pair, coaxial cable, fiber optic.
  • Unguided media. Media ini menyediakan alat untuk mentransmisikan data namun tidak mengendalikannya. Contohnya, perambatan gelombang di udara dan komunikasi menggunakan wireless.
Frekuensi, spektrum dan bandwidth
Sinyal merupakan fungsi waktu, namun dapat diekspresikan sebagai suatu fungsi frekuensi; dimana sinyal terdiri dari komponen-komponen frekuensi yang berbeda.
Berdasarkan analisis fourier, dapat ditunjukkan bahwa sinyal apapun dibentuk dari komponen-komponen pada berbagai frekuensi, masing-masing komponen berbentuk sinusoidal.
Gelombang sinusoidal umumnya dituliskan sebagai berikut.
s(t) = Asin(2πft +φ )

Gelombang sinusoidal digambarkan oleh tiga parameter : Amplitudo (A), frekuensi (f) dan fase(φ). Amplitodo adalah nilai tertinggi atau kekuatan sinyal setiap waktu, nilainya diukur dalam volt.
Frekuensi adalah banyaknya sinyal yang berulang setiap detik (Hz). Fase adalah ukuran posisi relatif dalam suatu waktu di dalam satu periode sinyal.

Panjang gelombang adalah jarak yang diperlukan oleh sinyal untuk melakukan satu cycle atau jarak antara dua titik pada suatu cycle yang berurutan pada fase yang sama.

Spektrum sebuah sinyal adalah rentang frekuensi dimana spektrum berada.

Semakin tinggi data rate suatu sinyal, semakin besar pula bandwidth efektifnya. Atau dengan kata lain, semakin besar bandwidth sebuah sistem transmisi, maka semakin tinggi data rate potensialnya.


Transmisi Data Digital dan Analog
Data merupakan entity yang mempunyai arti.
Sinyal merupakan tampilan data dalam bentuk elektrik atau elektromagnetik. Pensinyalan
merupakan penyebaran sinyal secara fisik melalui suatu media yang sesuai.
Transmisi adalah komunikasi data melalui penyebaran dan pemrosesan sinyal-sinyal.
Data analog berupa data yang menerima nilai yang terulang secara terus menerus dan kontinu dalam beberapa interval. Contohnya data suara dan video.

Modem (modulator/demodulator) mampu mengubah suatu deretan pulsa voltase biner (two-valued) menjadi suatu sinyal analog dengan cara menandai data digital diatas frekuensi pembawa (carrier frequency).
Codec (coder/decoder) mamproses sinyal analog menampilkan data secara langsung dengan memperkirakan sinyal tersebut melalui deretan bit.
Sebaliknya, pada receiver, deretan bit digunakan untuk merekonstruksi data
analog.
Transmisi analog merupakan suatu alat untuk mentransmisikan sinyalsinyal
analog tanpa memperhatikan isinya.

Alasan lebih populernya pensinyalan menggunakan teknik digital, adalah :
• Teknologi digital semakin murah.
• Integritas data lebih baik.
• Kapasitas lebih besar daripada analog
• Adanya security dengan privacy yang lebih baik karena teknik enkripsi.
• Integrasi antara data-data digital.

Gangguan Transmisi
Macam-macam gangguan transmisi yang paling signifikan adalah:
  • • Atenuasi dan distorsi atenuasi.
Atenuasi merupakan melemahnya sinyal karena adanya pengaruh jarak. Pada guided media, atenusi pada umumnya mengikuti fungsi logaritmik. Pada unguided media, atanuasi
adalah fungsi jarak.
Untuk mengatasi atenuasi, pertimbangan yang harus diperhatikan :
o Sinyal yang diterima harus cukup kuat untuk dapat diterima dan dideteksi oleh receiver.
o Level sinyal harus lebih tinggi dari derau tanpa error.
o Harus diperhatikan bahwa atenuasi merupakan fungsi frekuensi yang meningkat sehingga mengurangi tingkat kejelasan sinyal.
  • • Distorsi delay
Karena kecepatan penyebaran sebuah sinyal melewati suatu medium guided berbeda dengan frekuensinya, maka menyebabkan berbagai komponen frekuensi sinyal akan mencapai receiver pada saat yang berlainan dan mengakibatkan fasenya berubah diantara frekuensi-frekuensi
yang berbeda-beda.
  • • Derau (noise)
Noise merupakan sinyal tambahan yang terselipkan ketika
transmisi. Kategori noise :
o Noise suhu, noise akibat perubahan temperatur.
o Noise intermodulasi, noise akibat percampuran frekuensi.
o Crosstalk. Timbulnya sinyal multiple.
o Derau impuls. Noise akibat pulsa yang tidak beraturan.
  • • Crosstalk.
Terjadi pada sistem telepon. Pada saat menggunakan telepon terdengan percakapan lain. Dapat terjadi karena kole elektrik antara twisted pair yang berdekatan yang membawa sinyalsinyal
multipel.

Kapasitas Kanal dan Bandwidth Nyquist
Kapasitas kanal merupakan rate maksimum pada data yang dapat di transmisikan melalui suatu jalur komunikasi tertentu pada kondisi tertentu.
Bila sinyal terdiri dari V level diskrei, maka teorema Nyquist menyatakan :
Laju data maksimum = 2Hlog2V bit/detik

Misalnya, sebuah kanal 3-kHz tanpa noise tidak akan dapat mentansmisikan sinyal biner pada kecepatan melebihi 6000 bps. Bila terdapat random noise, maka perbandingan daya sinyal terhadap noise yang terukur disebut dengan signal-to-noise ratio atau S/N. Kadangkadang
ratio-nya sendiri tidak pernah dicantumkan tapi diberikan dalam kuantitas 10 log10 S/N. Pada tahun 1984, Claude Shannon menunjukkan bahwa laju maksimum data sebuah kanal dengan noise yang bandwidthnya H Hz, dengan rasio S/N, dapat dinyatakan dengan :
Jumlah bit/detik maksimum = H log2(1+S/N)

Misalnya, kanal dengan bandwidth 3 kHz dan S/N 30 dB, tidak pernah
mentransmisikan lebih dari 30.000 bps, tidak perduli banyak atau sedikit level
sinyal yang dipakai.

Protokol dan Arsitektur Protokol

1/13

Protokol dan Arsitektur Protokol
Saat dua atau lebih komputer saling dihubungkan melalui sebuah jaringan komunikasi maka untuk dapat saling berkomunikasi diperlukan “bahasa” yang sama. “Bahasa” tersebut merujuk pada protokol. Dengan kata lain, protokol merupakan rangkaian aturan yang membawahi proses pertukaran data diantara dua entity atau merupakan persetujuan semua pihak yang berkomunikasi tentang bagaimana komunikasi tersebut harus dilakukan.

Entity merupakan istilah yang merujuk pada elemen-elemen aktif pada sebuah layer, yang dapat meliputi program-program aplikasi user, program transfer file, sistem managemen data, terminal dan lain-lain. Entity-entity yang berisi layer yang bersesuaian pada mesin yang berlainan disebut peer. Dengan kata lain, peer-lah yang berkomunikasi dengan menggunakan protokol. Seperti dijelaskan diatas, protokol berisi sejumlah aturan yang mengatur format dan arti sebuah frame, paket, atau pesan diantara dua peer-entity dalam sebuah layer. Entity menggunakan protokol agar dapat mengimplementasikan definisi–definisi layanannya. Sebuah entity dapat
mengubah protokolnya dengan alasan tertentu.

Elemen kunci sebuah protokol adalah :
  • Syntax, meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan format data dan level-level sinyal.
  • Semantics, meliputi informasi kontrol untuk koordinasi dan pengendalian kesalahan.
  • Timing, meliputi kesesuaian urutan dan kecepatan.
Service dan protokol merupakan dua konsep yang berbeda. Service merupakan kumpulan operasi yang disediakan oleh sebuah layer bagi layer diatasnya. Service menentukan operasi-operasi yang disiapkan bagi penggunanya, akan tetapi tidak memberitahukan cara operasi-operasi tersebut diimplementasikan. Sevice berhubungan dengan interface yang ada diantara dua layer. Sebaliknya, protokol merupakan aturan yang mengatur format dan arti sebuah frame, paket, atau pesan yang dipertukarkan diantara dua peer entity dalam sebuah layer. Entity
menggunakan protokol untuk dapat mengimplementasikan layanannya. Entity mempunyai kebebasan mengubah protokolnya dengan alasan tertentu.


Arsitektur Protokol
Sering kali sistem komunikasi yang digunakan mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Misalnya, sistem transfer file yang memiliki modul-modul yang mentransmisikan password, file command dan records. Modul-modul tersebut disusun dalam rangkaian terstruktur. Struktur tersebut disebut sebagai arsitektur protokol. Dengan kata lain, sebuah arsitektur protokol adalah struktur urutan dari hardware dan sotfware yang mendukung pertukaran data diantara sistem dan mendukung aplikasi terdistribusi.


Arsitektur Protokol Sederhana

Untuk mengurangi kerumitan rancangan, sebagian besar jaringan diorganisasikan sebagai suatu tumpukan (layer) atau level. Jumlah, nama, isi, dan fungsi setiap layer dapat berbeda dari jaringan satu dengan lainnya. Akan tetapi, pada semua jaringan, tujuan sebuah layer adalah untuk memberikan layanan kepada layer yang ada di atasnya. Dengan kata lain,
arsitektur jaringan merupakan himpunan layer dan protokol. Pada setiap layer, satu protokol atau lebih diterapkan dalam sistem komunikasi.

Karakteristik penting sebuah protokol adalah sebagai berikut.
  • Langsung/tidak langsung
Bila dua sistem menggunakan point-to-point link, entiti-entiti pada sistem dapat dikatakan berkomunikasi secara langsung; yakni kontrol informasi dan data melintas langsung diantara kedua entiti tanpa adanya pengatur lain. Apabila sistem dihubungkan dengan switch jaringan komunikasi, atau mempunyai konfigurasi multipoint, maka tidak akan terjadi komunikasi protokol secara langsung. Kedua entiti yang berkomunikasi harus bergantung pada fungsi entiti-entiti lain untuk dapat saling menukar data. Pada rangkaian jaringan yang lebih luas, dimana dua entiti tidak hanya terhubung jaringan switch akan tetapi terhubung juga secara tidak langsung dengan dua jaringan atau lebih diistilahkan Internet.
  • Monolitis/terstruktur
Pada sistem monolitis, task-task komunikasi pada sebuah entiti diperlakukan sebagai sebuah unit. Sehingga semua tugas dilakukan secara mandiri oleh unit tersebut. Misalnya, pada dua unit yang saling bertukar data, maka semua logic yang berhubungan dengan pertukaran data dilakukan oleh masing-masing unit. Mulai dari koneksi ke jaringan, pemisahan paket data menjadi lebih kecil, dan seterusnya. Sehingga pertukaran data hanya akan terjadi jika entiti yang lain siap menerima data, sebaliknya entiti pengirim data juga siap mengirimkan data. Pada sistem terstruktur, rangkaian protokol yang digunakan mempunyai lapisan-lapisan atau hierarki. Sehingga tugas-tugas tertentu hanya dikerjakan oleh entiti yang lebih rendah tingkatannya, sedangkan entiti yang lebih tinggi tingkatannya hanya menerima
service dari entiti yang lebih rendah. Secara tidak langsung, entiti pada tingkat yang lebih tinggi tergantung pada entiti yang lebih rendah untuk menukar data.
  • Simetris/tidak simetris
Sebuah protokol bersifat simetris jika dapat melakukan komunikasi antara entiti sejenis. Sedangkan asimetri diterapkan pada protokol yang mempunyai tingkatan lebih tinggi/lebih rendah, misalnya hubungan “client” dan “server”.
  • Standar/non standar
Sebuah protokol non standar adalah protokol yang dibuat untuk suatu situasi komunikasi tertentu. Umumnya dirancang untuk model komputer khusus.


Suatu tugas (task) yang dilakukan oleh sebuah protokol dinamakan fungsi.
Fungsi-fungsi protokol dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori sebagai berikut.
  • Encapsulation
Setiap PDU (Protocol Data Unit) terdiri dari data dan information control. Information control dikelompokkan dalam tiga ketegori: Address, Error detecting code, dan Protokol control. Proses untuk menambahkan data dan information control ke dalam sebuah PDU disebut enkapsulasi (encapsulation).
  • Segmentasi dan Reassembling
Segmentasi merupakan pemecahan data menjadi blok-blok yang berukuran sama. Alasan dilakukannya segmentasi, antara lain :
o Kemampuan jaringan komunikasi menerima ukuran blok.
o Efisiensi Error control.
o Efisiensi Flow control.
o Efisiensi buffer.

Kerugian dari segmentasi, antara lain :
o Overhead menjadi lebih besar.
o Terjadinya banyak interrupt akibat semakin banyaknya blok yang masuk.

Kebalikan dari segmentasi adalah reassembling. Reassembling adalah pengumpulan kembali sebuah data dari blok-blok yang sudah disegmentasi.
  • Connection control
Kontrol koneksi berhubungan dengan metode yang digunakan untuk melakukan pertukaran data antar entiti.
  • Ordered delivery
Apabila dua buah entiti pada host yang berlainan berkomunikasi, maka ada kemungkinan paket-paket data tidak tiba secara bersamaan akibat melintasi jalur-jalur yang berlainan. Agar entiti penerima dapat menerima data dengan benar, maka tiap-tiap paket data diberi tanda secara urut.
  • Flow control
Flow control merupakan suatu fungsi yang ditujukan untuk membatasi jumlah atau rate data yang dikirim oleh suatu entiti yang mentransmisi. Bentuk flow control yang paling sederhana adalah prosedur stop-andwait.
  • Error control
Error control diperlukan untuk menjaga informasi dan data dari kerusakan. Biasanya error control terdiri dari error detection dan transmisi ulang. Untuk error detection, disisipkan kode pendeteksi kesalahan pada paket yang ditransmisikan. Jika dideteksi adanya kesalahan pengiriman oleh receiver, maka paket data tersebut dibuang dan dikirimkan permintaan untuk melakukan transmisi ulang paket data yang dibuang tersebut.
  • Addressing
Konsep pengalamatan meliputi hal-hal sebagai berikut.
1. Addressing level (tingkatan pengalamatan), menunjuk pada tempat dimana suatu entiti berada. Umumnya, alamat semacam ini disebut dengan network-level addressing.
Contohnya dalam arsitektir TCP/IP disebut dengan alamat IP (IP address) atau dalam OSI disebut Network Service Access Point (NSAP).
2. Addressing scope (jangkauan pengalamatan).
3. Connection identifiers (identifikasi koneksi), konsep ini muncul pada transfer data yang lebih berorientasi koneksi. Pada tranfer data berorientasi koneksi, kadang hanya dipergunakan sebuah nama koneksi selama fase transfer data.
Keuntungan penggunaan identifikasi koneksi antara lain :
• Mengurangi overhead.
• Dapat menentukan rute yang jelas (routing).
• Efektif untuk koneksi yang lebih dari satu secara simultan.
• Sekal suatu koneksi dijalankan, ujung sistem mampu mempertahankan informasi kondisi yang berkaitan dengan koneksi tersebut.

4. Addressing mode (mode pengalamatan). Berhubungan dengan rujukan pada sistem tunggal (unicast address) atau port.
  • Multiplexing
Multiplexing selain digunakan pada konsep pengalamatan yang
menunjukkan koneksi dari koneksi multiple ke sistem tunggal atau dari
sistem tunggal ke port, juga berhubungan dengan pemetaan koneksi
dari satu level ke level yang lain.
  • Transmission services
Sebuah protokol dapat menyediakan berbagai jenis layanan tambahan kepada entiti-entiti yang menggunakannya. Contohnya :
  1. Prioritas: pesan-pesan tertentu, misalnya control massage, diperlukan untuk mendapatkan delay minimum.
  2. Mutu layanan: golongan data tertentu membutuhkan laju penyelesaian minimum atau batas penundaan maksimum.
  3. Security: kemungkinan dimintanya mekanisme pengamanan atau pembatasan akses.
Arsitektur protokol yang paling banyak digunakan adalah suite protocol TCP/IP. Tidak diperlukan interface yang sama pada semua mesin, asalkan setiap mesin dapat menggunakan protokol dengan benar. Daftar protokol yang digunakan oleh sebuah sistem, satu protokol per layer, disebut dengan protokol stack.

Model 3 lapisan (three layer model)
Komunikasi data dibagi menjadi 3 lapisan yang berdiri sendiri, yaitu :
􀂃 Network access layer, berkaitan dengan perpindahan data diantara
komputer dengan jaringan dimana jaringan tersebut dihubungkan.
􀂃 Transport layer, berkaitan dengan lapisan yang digunakan oleh semua
aplikasi.
􀂃 Application layer, berkaitan dengan aplikasi dari user.
Yang perlu diperhatikan adalah, tidak ada data yang dipindahkan
secara langsung dari layer n sebuah mesin ke layer n mesin lainnya.
Melainkan setiap layer melewatkan data dan mengontrol informasi ke layer
yang berada di bawahnya. Hingga ke layer paling bawah.

Model Komunikasi Tiga Lapisan

Operasi Pada Model Protokol 3 Lapisan
Layanan (service) merupakan sekumpulan operasi yang disediakan
sebuah layer bagi layer yang berada di atasnya. Service berhubungan
dengan sebuah interface yang ada diantara dua layer, dengan layer
bawah sebagai penyedia service dan layer atas sebagai pengguna. Suatu
layanan disebut andal (reliable) jika tidak pernah kehilangan datanya.
Sebuah layer memiliki dua macam layanan bagi layer di atasnya :
􀂃 Connection – oriented
Connection oriented dibuat berdasarkan sistem telepon. Contohnya
sistem file transfer. Variasi layanan connection-oriented misalnya,
urutan pesan dan aliran byte.
􀂃 Connectionless
Connectionless dibentuk berdasarkan sistem surat pos. Setiap pesan
memiliki alamat yang dituju. Variasi layanan connectionless misalnya,
datagram, acknowledged datagram, request-reply.
Suite Protokol TCP/IP
TCI/IP merupakan hasil dari pengembangan dan riset protokol yang
dilakukan atas jaringan packet-switched eksperimental (experimental packet
switched network), ARPANET, dan secara umum dikenal dengan nama
TCP/IP protokol suite. Suite protokol ini terdiri atas sekumpulan protokol dalam
jumlah besar yang dijadikan sebagai standar Internet.
Pendekatan TCP/IP adalah dengan memecah task menjadi modul-modul
atau entiti yang bisa berkomunikasi dengan entiti setara pada sistem yang
lain. Suatu entiti dalam sistem menyediakan layanan untuk sistem yang lain
dan, sebaliknya, menggunakan layanan dari entiti pada sistem yang lain.
Entiti-entiti ini dirancang dalam tampilan modular atau hierarki. TCP/IP
memandang bahwa pada layer-layer tertentu fungsi protokol-protokolnya
tidak harus sama atau bahkan mirip. Sehingga, yang umum dari serangkaian
7/13
protokol pada layer yang sama adalah bahwa mereka membagi rangkaian
protokol pendukung yang sama pada lapisan bawah berikutnya.
Task komunikasi TCP/IP disusun menjadi lima lapisan independen, yaitu :
􀂃 Lapisan Aplikasi (application layer), berhubungan dengan logik
yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai aplikasi user.
􀂃 Lapisan host-to-host (transport), berhubungan dengan mekanisme
pengiriman data. Lapisan ini bertugas memastikan bahwa seluruh
data tiba di aplikasi tujuan dan data yang tiba tersebut sesuai
dengan yang diperintahkan saat data dikirim.
􀂃 Lapisan Internet, berkaitan dengan prosedur-prosedur tertentu yang
diperlukan untuk menghubungkan dua perangkat komunikasi yang
berada pada sistem jaringan yang berbeda. Lapisan ini
menggunakan Internet Protocol (IP) yang menyediakan fungsi
routing melintasi bermacam-macam jaringan. Protokol ini juga
diterapkan pada jalur-jalur yang dilalui.
􀂃 Lapisan Akses jaringan (Network access layer), berkaitan dengan
pertukaran data diantara sebuah ujung sistem dengan jaringan
yang terhubung dengannya.
􀂃 Lapisan fisik (Physical Layer), meliputi interface fisik antara suatu
perangkat transmisi data, misalnya PC, dengan sebuah media
transmisi atau jaringan.

Lapisan-lapisan pada model TCP/IP
TCP/IP dibentuk dari beberapa protokol network access yang berurutan.
Protokol ini memungkinkan host mampu mengirim data melewati jaringan
menuju host lain, atau dari sebuah host pada jaringan lain menuju router. IP
diterapkan pada seluruh ujung sistem dan router. IP bertindak sebagai relay
untuk memindah suatu block data dari suatu host, melewati satu router atau
lebih, menuju ke host lain. TCP hanya diterapkan pada ujung sistem dan
menjaga track suatu blok data untuk memastikan bahwa semuanya dikirim
menuju aplikasi yang tepat secara reliabel.

PDU Pada Arsitektur TCP/IP
Agar komunikasi berjalan, setiap entiti pada seluruh sistem harus memiliki
suatu alamat khusus. Jika suatu host memiliki sebuah alamat global khusus,
maka hal ini memungkinkan protokol TCP mengirimkan data secara tepat.
Address ini kemudian disebut sebagai port.

Konsep pengiriman data pada TCP/IP
Gambaran transmisi oleh model TCP/IP adalah sebagai berikut. Suatu blok
data bersama dengan control information dikirimkan ke TCP. Oleh TCP, data
tersebut dipecah menjadi bagian yang lebih kecil (segmentation). Pada tiaptiap
bagian segmen dilampirkan control information dari TCP yang disebut
TCP header. Yang termasuk dalam TCP header meliputi: destination port,
sequence number, dan checksum. Segmen tersebut diserahkan kepada IP
untuk ditransmisikan. Karena transmisi harus melewati satu atau lebih router
perantara, maka IP melampirkan suatu header kontrol pada tiap segmen. Isi
dari header ini misalnya adalah alamat host tujuan. Kemudian segmen
dilewatkan pada lapisan network access untuk ditransmisikan menuju
tujuannya. Lapisan network access kemudian melampirkan headernya dan
menciptakan sebuah paket atau frame. Header dari network access meliputi
9/13
destination network dan request facilities (permintaan fasilitas). Lalu paket
ditansmisikan sepanjang jaringan menuju ke tujuannya.

Gambaran transfer data pada TCP/IP
Model OSI
Model OSI (Open Systems Interconnections) dikembangkan oleh ISO
(International Standars Organization) sebagi model untuk arsitektur
komunikasi komputer serta sebagai kerangka kerja bagi pengembangan
standar-standar protokol. Disebut sebagai open systems karena sistem
tersebut terbuka untuk digunakan berkomunikasi dengan sistem-sistem
lainnya. Model OSI bukanlah merupakan arsitektur jaringan, karena model ini
tidak menjelaskan secara pasti layanan dan protokol yang digunakan pada
setiap layernya. Model OSI hanya menjelaskan tentang apa yang harus
dikerjakan oleh sebuah layer.
Pada model OSI, fungsi-fungsi komunikasi dibagi menjadi suatu rangkaian
layer yang hierarkis. Masing-masing layer menampilkan subrangkaian fungsi
yang masih berkaitan yang diperlukan untuk komunikasi dengan sistem yang
lain. Tidak ada komunikasi secara langsung diantara peer layer kecuali pada
physical layer. Di atas physical layer, setiap entiti protokol mengirimkan data
sampai lapisan yang lebih rendah.
Prinsip-prinsip pada model OSI, pada dasarnya sama dengan
menggunakan rancangan modular (modular design). Yaitu, seluruh fungsi
dipecah menjadi beberapa modul, membuat interface diantara modul
sesederhana mungkin. Elemen kunci dari Model OSI adalah :
o Spesifikasi kontrol
o Definisi layanan
o Pengalamatan
Model OSI terdiri dari tujuh lapisan, yaitu ;
􀂃 Application
Layer ini menyediakan cara bagi program-program aplikasi untuk
mengakses lingkungan OSI. Berisi fungsi-fungsi manajemen dan
mekanisme-mekanisme yang umumnya berguna untuk mendukung
aplikasi-aplikasi yang didistribusikan.
􀂃 Presentation
Layer ini menentukan format data yang dipindahkan diantara
aplikasi dan menawarkan pada program-program aplikasi
serangkaian layanan transformasi data. Layer ini juga menentukan
syntax yang dipergunakan diantara entiti aplikasi.
10/13
􀂃 Session
Session layer menyediakan mekanisme untuk mengontrol dialog
diantara aplikasi pada ujung sistem. Service yang disediakan oleh
layer ini, antara lain:
• Dialogue dicipline, bisa berupa saluran half-duplex atau fullduplex.
• Grouping, aliran data bisa ditandai dengan cara
menentukan kelompok data.
• Recovery, layer ini dapat menyediakan suatu mekanisme
pemeriksaan, agar bila terjadi kegagalan diantara
checkpoint, dapat mentransmisikan kembali seluruh data
mulai dari checkpoint terakhir.
􀂃 Transport
Transport layer menyediakan suatu mekanisme perubahan data
diantara ujung sistem. Transport berorientasi koneksi menjamin
bahwa data yang dikirim bebas dari kesalahan, secara bertahap,
dengan tidak mengalami duplikasi atau hilang. Lapisan ini juga
berkaitan dengan optimalisasi penggunaan layanan jaringan dan
menyediakan mutu layanan yang bisa diminta untuk entiti session,
seperti menentukan laju error yang boleh diterima, maksimum
penundaan, prioritas, dan security.
􀂃 Network
Network layer menyediakan transfer informasi diantara ujung sistem
melewati beberapa jaringan komunikasi berurutan. Pada layer ini,
sistem komputer berdialog dengan jaringan untuk menentukan
alamat tujuan dan meminta fasilitas jaringan tertentu, misalnya
prioritas.
􀂃 Data Link
Layer data link mengupayakan agar link fisik cukup baik dan
menyediakan layanan untuk mengaktifkan, mempertahankan dan
menonaktifkan link. Service yang disediakan untuk layer yang lebih
tinggi meliputi error detection dan control. Sehingga dengan suatu
data link layer yang berfungsi sepenuhnya layer yang lebih tinggi
berikutnya bisa menerima transmisi bebas kesalahan.
􀂃 Physical
Physical layer mencakup interface fisik antara devices dan aturan
bit-bit yang dilewatkan antara satu dengan yang lain. Lapisan ini
hanya menyediakan layanan arus bit mentah (tidak diproses).
Physical layer memiliki empat karakteristik penting, antara lain :
o Mekanis. Berkaitan dengan properti fisik dari interface ke
media transmisi.
o Elektris. Berkaitan dengan tampilan bit-bit, misalnya dalam hal
besar voltase dan laju transmisi bit.
o Fungsional. Menentukan fungsi-fungsi yang ditampilkan oleh
sirkuit tunggal dari interface fisik antara sebuah sistem dengan
media transmisi.
11/13
o Prosedural. Menentukan rangkaian kejadian dimana arus bit
berpindah melalui medium fisik.

Lapisan-lapisan pada OSI
Perbedaan Antara Model Referensi OSI dan TCP/IP
Persamaan dari kedua model, OSI dan TCP/IP, adalah bahwa keduanya
didasarkan pada konsep tumpukan (stack) protokol yang tidak saling
tergantung. Demikian juga, fungsi dari masing-masing layer yang dimiliki
kedua model kurang lebih sama. Pada kedua model, layer yang berada di
atas transport layer adalah pengguna-pengguna layanan transport yang
berorientasi aplikasi.



Perbandingan Layer pada OSI dan TCP/IP
Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP menjadi jelas pada tiga konsep
sentral yang ada pada model OSI, yaitu :
• Layanan (services), setiap layer membentuk sejumlah service bagi
layer-layer di atasnya. Definisi service menyatakan tentang apa
yang dikerjakan layer, bukan tentang entity atau tentang
bagaimana layer bekerja.
• Antarmuka (interface), menjelaskan proses-proses di atasnya atau
cara mengaksesnya. Interface layer menetapkan parameterparameter
dan hasil yang diharapkan. Interface layer tidak
menyatakan tentang cara layer bekerja.
• Protokol, peer-protokol yang digunakan oleh sebuah layer
merupakan urusan layer itu sendiri. Layer dapat menggunakan
sembarang protokol sesuai dengan yang diinginkannya.
Pada model OSI, ketiga konsep tersebut dibedakan dengan jelas.
Sedangkan, pada model TCP/IP tidak membedakan dengan jelas layanan,
interface dan protokol. Akibatnya, protokol model OSI lebih tersembunyi
dengan baik daripada model TCP/IP dan dapat diganti dengan mudah.
Kemudahan tersebut merupakan salah satu tujuan memiliki protokol berlayer.
Model referensi OSI telah dibuat sebelum protokol ditemukan. Akibatnya,
model ini tidak dibiasakan ke serangkaian protokol tertentu dan menjadi
sangat umum. Pada saat orang mulai membangun jaringan yang
sebenarnya dengan menggunakan model OSI dan protokol-protokol yang
sudah ada, didapati bahwa mereka tidak memenuhi spesifikasi layanan
yang diperlukan. Karena itu, kemudian dicangkokkan sublayer konvergensi
ke model sehingga layanan bisa diperoleh. Dengan semakin
berkembangnya jaringan, maka model OSI malah mengalami kesulitan untuk
berkembang.
Dengan TCP/IP; protokol telah ada terlebih dahulu dan model benarbenar
hanya merupakan layanan diskripsi dari protokol yang sudah ada.
Sehingga tidak ada penyesuaian antara model dengan protokol.
Masalahnya adalah bahwa model tidak dapat dipasangkan dengan stackstack
protokol lainnya. Akibatnya, tidak begitu bermanfaat untuk jaringan
selain TCP/IP.
Perbedaan yang paling tampak antara kedua model adalah pada
jumlah layer. OSI memiliki tujuh layer, sedangkan TCP/IP memiliki empat layer.
Keduanya memiliki network layer, transport layer dan application layer ,
sedangkan layer-layer lainnya berbeda.
Model OSI mendukung kedua komunikasi, komunikasi conectionless dan
komunikasi connection-oriented, pada network layer, tetapi hanya
komunikasi connection oriented saja yang berada pada transport layer.
Model TCP/IP hanya memiliki satu mode saja dalam network layer
(connectionless) tetapi mendukung keduanya pada transport layer,
sehingga memberikan pilihan kepada pengguna.
13/13
Kritik Bagi Model OSI
Alasan OSI menjadi tidak populer adalah karena baik model maupun
protokolnya dianggap cacat. Pada model OSI, session layer mempunyai
sedikit manfaat bagi aplikasi, dan presentation layer hampir kosong.
Sedangkan, data link layer dan network layer begitu penuh sehingga
tugasnya harus dibagi-bagi menjadi sublayer-sublayer yang masing-masing
mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Model OSI bersama-sama dengan definisi
layanan dan protokol-protocok yang terkait sangatlah rumit. Layanan dan
protokolnya sulit untuk diterapkan dan tidak efisien dalam operasi. Beberapa
fungsi seperti pengalamatan, pengendalian aliran, pengendalian error
berulang-uleng muncul dalam layer-layernya, sehingga tidak efektif. Karena
model dan protokolnya sangat rumit, maka implementasinya akan sulit
diterapkan dan lambat.
Kritik Bagi Model TCP/IP
Masalah pada model TCP/IP adalah tidak dengan jelas membedakan
konsep layanan, interface dan protokol. Akibatnya, model TCP/IP tidak
dapat dijadikan pedoman untuk perencanaan jaringan baru karena
spesifikasinya dan implementasinya selalu berubah-ubah. Model TCP/IP tidak
dapat berlaku secara umum dan sulit digunakan untuk menjelaskan stack
protokol selain protokol TCP/IP itu sendiri.
Host-to-layer pada model ini sebenarnya sama sekali bukan layer bila
didasarkan pada pandangan yang menyatakan bahwa istilah tersebut
digunakan dalam konteks protokol berlayer. Host-to-network sebenarnya
merupakan interface yang terletak antara network layer dan data link layer.
Sehingga dalam hal ini terjadi campur aduk antara interface dengan layer.
Model TCP/IP tidak membedakan antara data link layer dengan physical
layer. Physical layer berhubungan dengan karakteristik transmisi, sedangkan
data link layer bertugas membatasi frame awal dan frame akhir dan
membawanya dari suatu tempat ke tempat lain.

Model-model Komunikasi

Model-model Komunikasi

A. Model Komunikasi
Fungsi dasar dari sistem komunikasi adalah menjalankan pertukaran
data/informasi antara dua pihak. Bagian-bagian dari sistem komunikasi, yaitu
  • Sumber (source). Contohnya telephone dan PC.
  • Transmitter. Bertugas memindahkan dan menandai informasi dengan cara menghasilkan sinyal-sinyal elektromagnetik yang dapat ditransmisikan melewati beberapa sistem transmisi yang berurutan. Contohnya adalah modem.
  • Sistem/media transmisi. Sistem ini berupa jalur transmisi tunggal (single transmission line) atau berupa jaringan kompleks (complex network) yang bertugas menghubungkan antara sumber (source) dengan tujuannya (destination).
  • Receiver. Bertugas menerima sinyal dari sistem transmisi dan menghubungkannya ke tujuan.
  • Tujuan (destination).


Blok Diagram Sistem Komunikasi



Contoh Sistem Komunikasi

Beberapa hal yang dilakukan dalam komunikasi data, antara lain:
  • Transmission system utilization. Merujuk pada efisiensi penggunaan fasilitas transmisi yang terdiri dari beberapa perangkat komunikasi. Teknik yang digunakan seperti multiplexing dan congestion control, yaitu teknik untuk menjamin agar sistem tidak sampai kewalahan dibanjiri oleh permintaan yang berlebihan terhadap layanan transmisinya.
  • Interfacing. Agar dapat berhubungan, perangkat keras yang digunakan harus disesuaikan dengan sistem transmisi yang dipakai. Bentuk interface yang digunakan disesuaikan dengan jenis media dan sinyal yang dipancarkan.
  • Pembangkit sinyal. Agar proses komunikasi dapat berlangsung, maka sinyal harus memadai untuk disebarkan melalui sistem transmisi dan mampu dibaca oleh receiver. Pembangkit sinyal harus dapat membangkitkan sinyal yang cukup kuat untuk ditransmisikan agar dapat mencapai receiver. Terdapat beberapa aturan yang mengatur kekuatan suatu sinyal yang dibangkitkan. Misalnya, untuk sinyal 2.4 GHz, maksimum power yang diperbolehkan adalah 100 mW.
  • Sinkronisasi. Dilakukan agar tidak ada data yang hilang selama proses transmisi. Sinkronisasi dilakukan sejak awal komunikasi antara transmitter dan receiver. Sinkronisasi menunjukkan bagian awal dan akhir dari data yang ditransmisikan.
  • Menejemen pertukaran (exchange management) agar komunikasi berlangsung baik, dibutuhkan kerjasama antara pihak-pihak yang melakukan komunikasi. Manajemen pertukaran diperlukan untuk memastikan data telah sampai kepada tujuannya dengan selamat.
  • Deteksi error dan koreksi. Untuk memastikan konsistensi dari data (data yang dikirimkan sama dengan data yang diterima) diperlukan deteksi error. Jika data yang diterima mengalami perubahan (terjadi error), maka diperlukan tindakan-tindakan untuk melakukan koreksi terhadap data tersebut. Jika koreksi tidak berhasil maka harus diminta pengiriman ulang data tersebut.
  • Flow control. Untuk memastikan bahwa data dari sumber tidak akan membanjiri tujuan.

Konsep dasar yang digunakan dalam komunikasi data, antara lain :
  • Pengalamatan (addressing). Ketika sebuah sistem komunikasi dibagi oleh lebih dari 2 alat, maka sumber harus dapat menunjukkan identitas dari tujuan yang dimaksud.
  • Routing. Sebuah sistem transmisi harus memastikan bahwa sistem tujuan mampu menerima data. Untuk sistem dengan banyak sistem transmisi, rute khusus diperlukan dalam jaringan tersebut.
  • Recovery. Diperlukan bila ketika proses pertukaran informasi terjadi kegagalan dalam sistem. Recovery diperlukan untuk melanjutkan kegiatan pada saat proses terhenti dan memperbaiki atau memulihkan kondisi sistem kembali ke keadaan semula.
  • Message formatting. Kesepakatan antara sumber dan tujuan mengenai bentuk data ketika data tersebut ditransmisikan.
  • Security. Memastikan bahwa data benar-benar sampai pada receiver yang dituju dari sumbernya tanpa adanya perubahan informasi saat transmisi.
Jenis teknologi transmisi
  • Jaringan Broadcast
Jaringan broadcast memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama-sama oleh semua mesin yang ada pada jaringan. Paket data dikirimkan ke semua mesin yang terhubung dengan jaringan. Field alamat pada paket berisi keterangan dari tujuan peket tersebut dikirim. Saat menerime sebuah paket, mesin akan mengecek field alamat. Bila paket tersebut ditujukan untuk dirinya maka paket tersebut akan diproses; bila paket ditujukan pada mesin yang lainnya,
maka paket tersebut akan diabaikan. Saat paket berkode khusus dikirimkan, paket akan diterima dan diproses oleh semua mesin yang ada pada jaringan. Operasi ini disebut dengan broadcasting. Sistem broadcast yang menunjang transmisi ke subset mesin disebut multicasting. Multicasting memungkinkan dibaginya mesin-mesin menjadi beberapa group. Paket yang dikirimkan ke sebuah group akan diterima dan diproses oleh semua mesin dalam group tersebut.
  • Jaringan Point-to-Point
Jaringan point-to-point terdiri dari beberapa hubungan pasangan individu dari mesin-mesin. Paket akan melalui satu atau lebih mesinmesin perantara untuk mencapai tujuannya. Karena itu algoritma routing sangat penting pada jaringan point-to-point.

Macam transfer data :
  1. Simplex communication, data hanya bergerak satu arah
  2. Half-duplex communication, sebagian data bergerak pada kedua arah , akan tetapi tidak bisa secara simultan.
  3. Full-duplex, data dapat berpindah pada kedua arah pada saat yang sama.
B. Jaringan Komunikasi Data
Diklasifikasikan :
1. Wide Area Network (WAN)
WAN mencakup area geografis yang luas, biasanya terdiri dari sejumlah node/persimpangan penghubung. Transmisi diarahkan melalui node-node tersebut menuju tujuan yang hendak dicapai. Node ini tidak berkaitan dengan isi data, melainkan untuk menyediakan fasilitas switching. Implementasi WAN menggunakan satu dari dua teknologi berikut, yaitu circuit switching dan packet switching. Selain itu, dipakai juga frame relay dan jaringan ATM.
  • Circuit switching : Jalur komunikasi dibangun diantara dua sation, melewati node. Jalur atau line adalah rangkaian jaringan fisik yang terhubung diantara 2 node. Data yang dikirimkan oleh sumber ditransmisikan sepanjang jalur secepat mungkin, tanpa mengalami penundaan sama sekali. Contoh dari circuit switching adalah jaringan telepon.
  • Packet switching Pada packet switching. Data dikirim dengan menggunakan rangkaian potongan-potongan kecil secara berurutan, yang disebut dengan packet. Masing-masing packet melewati jaringan dari satu node ke node yang lain sampai ke tujuannya. Pada setiap node, seluruh paket diterima, disimpan dan ditransmisikan ke nde berikutnya. Jaringan packet switching biasanya digunakan untuk komunikasi dari terminal ke komputer dan komputer ke komputer.
  • Frame relay. Packet switching yang digunakan pada transmisi jarak jauh menunjukka rate error yang relatif tinggi. Untuk mengatasinya, ditambahkan muatan overhead yang ditambahkan ke paket. Overhead meliputi bit-bit tambahan yang ditambahkan ke masing-masing paket untuk mendetaksi dan menghindari kesalahan. Masalahnya, apabila setiap node menambahkan overhead untuk paket yang melewatinya, maka ukuran paket akan membesar. Semakin panjang transmisinya, semakin banyak node yang dilewati, data akan semakin besar. Frame relay dikembangkan agar dapat dioperasikan secara efisien pada rate data user sampai 2 Mbps. Kuncinya adalah dengan membuang kebanyakan overhead yang berkaitan dengan kendali kesalahan.
  • ATM (Asynchronous Transfer Mode). Perbedaan antara frame relay dengan ATM adalah bahwa frame relay menggunakan variabellength packet yang disebut frame. Sedangkan ATM menggunakan fixed-length packet yang disebut cell. ATM dirancang agar mampu bekerja dalam range 10 dan 100 Mbps serta untuk range Gbps.
  • ISDN (Integrated Sevices Digital Network). ISDN dirancang untuk menggantikan jaringan telekomunikasi publik yang ada. ISDN ditentukan oleh penggunaan interface dan diimplementasikan sebagai suat rangkaian switch digital dan jalur yang mendukung berbagai jenis traffic. Generasi pertama ISDN dikenal dengan narrowband ISDN, didasarkan penggunaan kanal 64 kbps sebagai unit dasar dari switcing dengan orientasi circuit switching. Generasi kedua dikenal dengan broadband ISDN, mendukung kecepatan data 100-an Mbps dan berorientasi pada packet switching.
2. Local Area Network (LAN)
Perbedaan utam antara LAN dengan WAN, yaitu ;
  • Lingkup LAN lebih kecil.
  • Tingkat kecepatan data internal LAN biasanya lebih besar dari WAN
  • LAN biasanya menggunakan pendekatan jaringan broadcast lebih daripada pendekatan switching. Pada jaringan broadcast tidak ada node penengah. Sehinggan transmisis dari satu station disiarkan dan diterima oleh seluruh station yang terhubung. Data biasanya ditransmisikan dalam bentuk packet.

07 December, 2010

perintah SQL

Semua perintah SQL dibagi dalam 2 kategori besar sesuai fungsinya, yaitu :
  • DDL - Data Definition Language
  • DML - Data Manipulation Language
  • DCL - Data Control Language

DDL - Data Definition Language

DDL adalah kumpulan perintah SQL yang dapat digunakan untuk membuat dan mengubah struktur dan definisi tipe data dari objek-objek database seperti tabel, index, trigger, view, dan lain-lain.

Contoh :

-- Perintah berikut akan membuat table pada database kita dengan nama "ms_karyawan"
CREATE TABLE `ms_karyawan` (
`kode_cabang` varchar(10) default NULL,
`kode_karyawan` varchar(10) NOT NULL,
`nama_depan` varchar(8) default NULL,
`nama_belakang` varchar(9) default NULL,
`jenis_kelamin` varchar(1) default NULL,
PRIMARY KEY (`kode_karyawan`)
)

Beberapa daftar Perintah DDL pada MySQL 5.0 adalah sebagai berikut :

  • Pembuatan (CREATE)
    • CREATE DATABASE
    • CREATE FUNCTION
    • CREATE INDEX
    • CREATE PROCEDURE
    • CREATE TABLE
    • CREATE TRIGGER
    • CREATE VIEW
  • Perubahan (ALTER & RENAME)
    • ALTER DATABASE
    • ALTER FUNCTION
    • ALTER PROCEDURE
    • ALTER TABLE
    • ALTER VIEW
    • RENAME TABLE
  • Penghapusan (DROP)
    • DROP DATABASE
    • DROP FUNCTION
    • DROP INDEX
    • DROP PROCEDURE
    • DROP TABLE
    • DROP TRIGGER
    • DROP VIEW

Tabel Matrix Perintah DDL MySQL 5.0

Object / Operation CREATE ALTER DROP RENAME
DATABASE YesYes
Yes
FUNCTION Yes Yes Yes
INDEX Yes Yes
PROCEDURE Yes Yes Yes
TABLE Yes Yes Yes Yes
TRIGGER Yes Yes
VIEW Yes Yes Yes

DML - Data Manipulation Language

DML adalah kumpulan perintah SQL yang berhubungan dengan pekerjaan mengolah data di dalam table - dan tidak terkait dengan perubahan struktur dan definisi tipe data dari objek database seperti table, column, dan sebagainya.

Contoh DML : Mengambil Seluruh Row Data dari table MS_KARYAWAN

SELECT *
FROM `ms_karyawan`


Contoh DML : Memasukkan data ke dalam tabel ms_karyawan

INSERT INTO `ms_karyawan`(
`kode_cabang`,
`kode_karyawan`,
`nama_depan`,
`nama_belakang`,
`jenis_kelamin`)
VALUES ('cab-001','kar-001','Feris','Thia','Laki-laki');

Beberapa daftar Perintah DML MySQL 5.0

  • CALL
  • DELETE
  • DO
  • HANDLER
  • INSERT
  • LOAD DATA INFILE
  • REPLACE
  • SELECT
  • TRUNCATE
  • UPDATE
DCL - Data Control Language
DCL merupakan sub bahasa untuk mengendalikan struktur internal basisdata, DCL untuk
menyesuaikan sistem agar supaya lebih efisian dan DCL sangat bergantung pada vendor.

- Untuk mengatur hak akses user
GRANT : memberi hak akses pada tabel tertentu.
REVOKE : mencabut hak akses pada tabel tertentu.

ERD

ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.

ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu :

  1. Entiti

Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.

  1. Atribut

Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.

  1. Hubungan / Relasi

Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut :

Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu (Abdul Kadir, 2002: 48) :

1). Satu ke satu (One to one)

Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.

2). Satu ke banyak (One to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

3). Banyak ke banyak (Many to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.

05 December, 2010

MEMBANGUN CBIS

MEMBANGUN CBIS

Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer Merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yangberkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.

OBSERVASI
  • Dilakukan kajian secara menyeluruh serta mendalam terhadap kegiatan sistem pengolahan data dan sistem yang saat ini sedang berjalan.
  • Perlu diketahui secara tepat mengenai bentuk sistem informasi yang bagaimanakah yang dikehendaki oleh manajemen

Teknik OBSERVASI
  • Diperlukan beberapa alat dan teknik pengumpulan data yang antara lain meliputi pengamatan (observasi) langsung, wawancara, kuesioner dan pengambilan sampling dokumen.
  • Harus dicapai suatu kesepakatan mengenai sifat permasalahan yang ada dan juga mengenai hal-hal yang harus dipenuhi oleh sistem baru nantinya.
  • Memerlukan tingkat kompromi yang tinggi : seorang sistem analis harus cukup tanggap terhadap pendapat pihak lain.
  • Seorang sistem analis harus cukup tanggap terhadap pendapat pihak lain dan harus memiliki kemampuan sebagai seorang negosiator yang dapat berdiplomasi dengan baik
Studi Kelayakan
Menilai apakah sistem memang layak untuk dikembangkan ditinjau dari berbagai sisi
  1. Kelayakan ekonomi (echonomical feasibility)
  2. Kelayakan operasi (operational feasibility)
  3. Kelayakan teknik (technical feasibility)
  4. Kelayakan jadwal (schedule feasibility)
  5. Kelayakan hukum (law feasibility).


1.Kelayakan ekonomi (echonomical feasibility)
  • Dinilai dari dua hal pokok yaitu biaya dan manfaat. Sistem akan dikatakan menguntungkan atau layak secara ekonomi jika manfaat yang diberikan oleh sistem lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan sistem.
  • Banyak perhitungan yang harus dilakukan secara rinci dan memberikan asumsi-asumsi yang tepat .
====> Akibat terhadap harga pokok produksi (HPP)
====> Kesehatan finansiial perusahaan
====> Pengaruh resistance to change dalam diri para karyawan pada produktifitas

2. Kelayakan operasi (operational feasibility)
Mencakup kesepakatan semua perangkat sistem termasuk sumber daya manusia untuk bersedia menjalankan sistem, user interface atau kemampuan interaktifitas program komputer yang digunakan dalam sistem serta kualitas informasi yang dihasilkan.

Beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan dan diteliti dalam kelayakan ini misalnya :
  • Kemungkinan adanya keengganan pemakai untuk meninggalkan sistem lama (tradisioal) yang telah ditekuni selama bertahun-tahun.
  • Kemungkinan bahwa sistem yang terlalu rumit sehingga sulit untuk dijalankan oleh operator.
  • Kemungkinan terjadi kesulitan melakukan pengendalian terhadap sistem oleh pihak manajemen.
  • Kualitas informasi yang dihasilkan sistem apakah sudah cukup memuaskan pemakanya?
3. Kelayakan teknik (technical feasibility)
“apakah teknologi yang ada dapat diterapkan pada sistem?”

  • Ketersediaan teknologi di pasaran
Sebagai contoh jika kita akan mengimplementasikan sebuah sistem realtime berbasis jaringan komputer, apakah teknologi yang ada sekarang cukup dapat men-suplay keperluan tersebut?
  • Ketersediaan ahli yang mengoperasikannya
ketersediaan sumber daya manusia yang mengoperasikan serta memelihara sistem


4. Kelayakan jadwal (schedule feasibility)
“ Apakah sistem dapat dikembangan sesuai waktu yang ditetapkan sesuai kebutuhan sistem. “
  • Ketika perancang sistem mengajukan proposal pembuatan sistem, mestinya ada tawaran tentang waktu implementasi sistem.
  • Waktu tersebut mencakup tahap analisis, desain, implementasi, instalasi, testing, debugging sampai launching sistem.
5. Kelayakan hukum (law feasibility).
“ peninjauan kembali hal-hal yang menyangkut penerapan sistem dan dampak yang ditimbulkan”

  • Apakah program dan perangkat yang digunakan dalam sistem adalah program legal?
sebagai contoh, kalau kita menggunakan sistem operasi komputer berbasis Microsoft Windows, maka apakah lisensi dari Microsoft telah didapatkan? Atau mungkin akan lebih tepat jika menggunakan sistem operasi open source seperti linux yang bebas lisensi?
  • Bagaimana perjanjian tentang proyek implementasi sistem ? Apakah ada kekuatan hukumnya?

Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen

Kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua tingkat manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian

Tingkat-tingkat Manajemen
1. Tingkat Perencanaan Strategis (strategic planning level).
  • Presiden dan wakil presiden, direktur, rektor.
  • Keputusan manajer pada tingkat ini sering kali memiliki dampak pada keseluruhan organisasi selama bertahun-tahun kemudian.
2. Tingkat Kendali Manajemen (managemen control level)
  • Manajer regional, direktur produk, dan kepala divisi.
  • Memiliki tanggung jawab untuk menjalankan rencana dan memastikan tercapainya tujuan. Terkadang disebut juga tingkat taktis
3. Tingkat Kendali Operasional (operasional control level)
  • Meliputi kepala departemen, penyelia, dan pimpinan proyek-orang-orang yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan rencana yang ditentukan oleh manajer di tingkat yang lebih tinggi.

SIM Untuk Semua Tingkat Manajemen


Pengaruh Tingkat Manjemen Pada Sumber Informasi

Manajer ditingkat perencanaan strategis menempatkan penekanan yang lebih besar pada informasi lingkungan daripada manajer di tingkat lebih rendah, dan manajer ditingkat kendali operasional mengganggap informasi internal adalah yang paling vital.


Pengaruh Tingkat Manjemen Pada Bentuk Informasi

Manajer tingkat perencanaan strategis lebih menyukai informasi dalam bentuk rangkuman, sedangkan manajer tingkat kendali operasional lebih menyukai informasi yang lebih terinci.


Peranan Informasi dalam Pemecahan Masalah Manajemen

Pemecahan Masalah dan Pengambilan keputusan

  • Masalah : Kondisi atau peristiwa yang merugikan/menguntungkan atau memiliki potensi untuk merugikan/menguntungkan bagi organisasi.
  • Hasil dari pemecahan masalah adalah SOLUSI.
  • Selama proses pemecahan masalah, manajer akan terlibat dalam pengambilan keputusan yaitu tindakan memilih dari berbagai alternatif tindakan.
  • Keputusan adalah tindakan tertentu yang dipilih.
  • Biasanya, pemecahan masalah membutuhkan beberapa keputusan.

Tahapan Pemecahan Masalah


Masa depan Teknologi Informasi-1

=> Masa depan TI didorong oleh biaya yang rendah dan meningkatnya kekuatan komputer maupun komunikasi.
  • Kekuatan komputer diukur dalam kecepatan pemrosesan, kapasitas penyimpanan data, dan keragaman alat input dan output.
  • Kekuatan komunikasi diukur oleh biaya dan kecepatan transmisi data.
=> Komputasi akan rendah biaya, berukuran kecil, bergerak, dan terhubung.


Sikap Manajemen

Untuk mengambil keuntungan dari segala kemungkinan perkembangan teknologi informasi maka manajer harus belajar untuk menerapkan sistem informasi ke dalam pengambilan keputusan.

04 December, 2010

SISTEM INFORMASI

SISTEM INFORMASI

Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi. Sistem informasi menerima masukkan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai instruksi, dan mengeluarkan hasilnya.

Sistem informasi dalam suatu organisasi mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu laporan-laporan yang diperlukan.

Sistem informasi adalah suatu cara tertentu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses dan untuk organisasi bisnis dengan cara yang menguntungkan.


KOMPONEN SISTEM INFORMASI


informasi memiliki komponen – komponen yang saling ber integrasi membentuk satu kesatuan dalam mencapai sasaran sistem.
  • Blok masukkan (input block), meliputi metode – metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan.
  • Blok model (model block), terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang berfungsi memanipulasi data.
  • Blok keluaran (output block), berupa data – data keluaran seperti dokumen output dan informasi yang berkualitas.
  • Blok teknologi (technology block), komponen Bantu yang memperlancar proses pengolahan yang terjadi dalam system.
  • Blok basis data (database block), merupakan kumpulan data yang berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan perangkat lunak yang memanipulasinya.
  • Blok kendali (controls block), meliputi masalah pengendalian terhadap operasional sistem yang berfungsi mencegah dan menangani kesalahan / kegagalan sistem



PERANGKAT SISTEM INFOMASI
  1. Hardware
  2. Software
  3. Data
  4. Prosedur
  5. Manusia
  • Clerical Personnel : operator
  • First Level Manager
  • Staff Specialist
  • Management


PENGELOLA SISTEM INFORMASI
  • Manajemen Level Atas, untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.
  • Manajemen Level Menengah, untuk perencanaan taktis dan pengambilan keputusan.
  • Manajemen Level bawah, untuk perencanaa dan pengawasan operasi dan pengambilan keputusan.
  • Operator, untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan


Organisasi Sistem Informasi-1



Organisasi Sistem Informasi-2

Departemen PDE-kecil


Departemen PDE-besar


PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI
  • Akuntansi ( Accounting Information Systems )
  • Pemasaran ( Marketing Information Systems )
  • Penyediaan ( Inventory Information System )
  • Personalia ( Personnel Information System )
  • Distribusi ( Distribution Information System )
  • Pembelian ( Purchasing Information System )
  • Kekayaan ( Treasury Information System )
  • Analisis kredit (credit analysis information system )
  • Penelitiaan dan pengembangan ( reseach and development information system )
  • Teknik ( engineering information system )



Pengembangan SisFo
1. Metoda Tradisional
(System Defelopment Live Cycle)

2. Pendekatan Prototyping

3. Pembelian Paket Software Aplikasi

4. Oleh End User
  • Pengembangan sistem yang dilakukan oleh orang yang berperan dalam aktifitas bisnis.
  • End User Computing umumnya melibatkan pembuat sistem yang didesentalisasi, shg masing-masing bagian mempunyai departemen sisfo. mini.
  • Dapat mengurangi waktu pengembangan sistem

02 December, 2010

Informasi

INFORMASI

Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan


Siklus Informasi


KARAKTERISTIK INFORMASI
  • Benar atau salah
  • Baru
  • Tambahan
  • Korektif
  • Penegas


NILAI INFORMASI
1. Nilai suatu informasi berhubungan dengan keputusan
2. Parameter :
  • Manfaat (use)
  • Biaya (cost)


KUALITAS INFORMASI dipengaruhi oleh :
1. Relevansi (relevancy)
2. Akurasi (accuracy)
Kelengkapan (completeness) informasi
Kebenaran (correctness) informasi
Keamanan (security) informasi.
3. Tepat waktu (timeliness).

faktor lainnya :
  • Ekonomis (economy).
  • Efisien (efficiency).
  • Dapat dipercaya (reliability)
USIA INFORMASI

berdasarkan data kondisi,
> berhubungan dengan sebuah titik waktu
> Contoh : persediaan barang per 31 des 2002 dalam laporan inventory berdasarkan data operasi
> mencerminkan terjadinya perubahan data selama satu periode waktu
> laporan penjualan barang dalam seminggu dari tanggal 1 s/d 7 agust 2003

SISTEM

SISTEM

Sistem adalah Suatu Kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau sub sistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.

MODEL UMUM SISTEM


KARAKTERISTIK SISTEM


KLASIFIKASI SISTEM
1. Berdasarkan Wujud Fisik (Bentuk)
  • Physical : Sistem yang keberadaannya dapat dilihat secara fisik. Misalnya : perusahaan, komputer.
  • Non physical Sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak
    secara Fisik. Misalnya : sistem agama.
2. Berdasarkan Kejadian
  • Natural (alami) : Sistem yang terbentuk melalui proses alami. Misalnya : sistem tatasurya, pencernaan.
  • Human mode (buatan manusia) : Sistem yang dirancang dan dibangun oleh manusia
    yang melibatkan interaksi dengan mesin.
    Misalnya : sistem produksi di pabrik.
3. Berdasarkan Sifat
  • Sistem tertentu (deterministic system) : Sistem yang cara beroperasinya sudah dapat diprediksi, interaksi-interaksi didalamnya dapat dideteksi dengan pasti dan outputnya dapat diramalkan. Misalnya : pengolahan data (komputer).
  • Sistem tak tentu (Probabilistic) : Sistem yang outputnya tidak dapat diprediksi dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas.
4. Berdasarkan Metode
  • Closed ( tertutup) Sistem tertutup : sistem yang tidak berhubungan dengan dunia luar dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya (bekerja secara otomatis). Sebenarnya sistem tertutup tidak ada yang ada adalah relatif tertutup.
  • Open ( terbuka ) Sistem terbuka : Sistem yang mempunyai hubungan dengan dunia luar dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan ouput untuk subsistem yang lain.

Pengendalian Sistem