Showing posts with label Komunikasi data. Show all posts
Showing posts with label Komunikasi data. Show all posts

13 December, 2010

KOMUNIKASI

KOMUNIKASI
DEFINISI
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau
menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar
apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.
Beberapa definisi komunikasi adalah:
1. Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang perlu
dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi (Astrid).
2. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang
pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
3. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain
(Davis, 1981).
4. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W)
5. Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain,
komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).
TUJUAN KOMUNIKASI
Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:
1. Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
2. Mempengaruhi perilaku seseorang
3. Mengungkapkan perasaan
4. Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
5. Berhubungan dengan orang lain
6. Menyelesaian sebuah masalah
7. Mencapai sebuah tujuan
8. Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
9. Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain



PROSES KOMUNIKASI
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar sebagai berikut :
Pengirim pesan , penerima pesan dan pesan
Semua fungsi manajer melibatkan proses komunikasi. Proses komunikasi dapat dilihat pada skema
dibawah ini :



1. Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan
harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya.
Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan
dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
Materi pesan dapat berupa :
a. Informasi
b. Ajakan
c. Rencana kerja
d. Pertanyaan dan sebagainya

2. Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami
oleh orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata,
gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan penyampaian
pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah
tertentu.
3. Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar, papan pengumuman,
telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan
disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.
4. Mengartikan kode/isyarat
Setelah pesan diterima melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka si penerima pesan
harus dapat mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti
/dipahaminya.
5. Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam
bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim
6. Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk
verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak
pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk
mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan
dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan
yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang
mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan
dilaksanakan atau tidak
Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap
perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima
pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan
informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan
kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.

. Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh
dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu
kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima
salah menafsirkan pesan yang diterimanya.
DASAR KOMUNIKASI
Komunikasi mempunyai dasar sebagai berikut: Niat, Minat, Pandangan, Lekat, Libat.
Niat menyangkut :
 Apa yang akan disampaikan
 Siapa sasarannya
 Apa yang akan dicapai
 Kapan akan disampaikan
Minat, ada dua factor yang mempengaruhi yaitu:
· Faktor obyektif : merupakan rangsang yang kita terima
· Faktor subyektif : merupakan faktor yang menyangkut diri si penerima stimulus
Pandangan, merupakan makna dari informasi yang disampaikan pada sasaran, menafsirkan
informasi yang diterima tergantung pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir
seseorang.
Lekat, merupakan informasi yang disimpan oleh si penerima.
Libat, merupakan keterlibatan panca indera sebanyak-banyaknya.
JENIS KOMUNIKASI
Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan
antara manusia atau kelompok
Jenis komunikasi terdiri dari:
1. Komunikasi verbal dengan kata-kata
2. Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh
1. Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
a. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan
disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting
dalam berkomunikasi.


b. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat
diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
c. Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi
lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak
proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
d. Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan
bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa
mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan
satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e. Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas,
langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
f. Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi
akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu
untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.
2. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal
memberikan arti pada komunikasi verbal.
Yang termasuk komunikasi non verbal :
a. Ekspresi wajah
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan
suasana emosi seseorang.
b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak
mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai
lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan.
Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi
yang lainnya
c. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan
dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh,
dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
d. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak
memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi,
konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan
perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan

dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat
menjadi pesan yang sangat jelas.
f. Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai
bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan
selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya
untuk menghilangkan stress
BENTUK KOMUNIKASI
Komunikasi sebagai proses memiliki bentuk :
1. Bentuk Komunikasi berdasarkan
a. Komunikasi langsung
Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat.
Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan
isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita.
A-------------------B
b. Komunikasi tidak langsung
Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima
penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya
menggunakan radio, buku, dll.
Contoh : “ Buanglah sampah pada tempatnya
2. Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :
a. Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah
yang besar, umumnya tidak dikenal.
Komunikasi masa yang baik harus :
Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele
Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami
Bentuk gambar yang baik
Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio)
1. Komunikasi kelompok
Adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan
dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.

b. Komunikasi perorangan.
Adalah komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.
Perawat----- ® ¬ ------Pasien
3. Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :
a. Komunikasi satu arah
Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak
mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.
A ------------------® B
b. Komunikasi timbal balik.
Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya
komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik
HAMBATAN KOMUNIKASI
1. Hambatan dari Proses Komunikasi
· Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi
dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
· Hambatan dalam penyandian/simbol
Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti
lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau
bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
· Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi,
misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
· Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
· Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima
/mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi
lebih lanjut.
· Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa
adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan
sebagainya.

2. Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi,
dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.
3. Hambatan Semantik.
Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang
berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima
4. Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan
nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesa
1. Kelas dibagi menjadi empat (4) kelompok
2. Masing-masing kelompok memilih ketua kelompok.
3. Ketua kelompok menugaskan anggota kelompoknya untuk berpasang-pasangan. Masingmasing
menanyakan kepada pasangannya tentang :
- Keluarga (anak, istri/suami dll)
- Pendidikan
- Tempat kerja
- Rencana masa depan, termasuk rencana yang berkaitan dengan SPMKK dan tidak
boleh dibuat catatan.
4. Setelah itu saling bergantian (10 menit).
5. Setelah itu masuk dalam kelompok kecil dan menceritakan apa yang dia peroleh dari
pasangannya (pasangannya tidak boleh berkomentar sebelum selesai penyampaian).
6. Setelah selesai baru diklarifikasi oleh yang bersangkutan (YBS).
7. Terakhir diskusikan apa yang dapat anda peroleh dari permainan diatas
8. Catatan untuk fasilitator :
- Metoda ini untuk melihat :
a. Apakah seseorang dapat menjadi seorang pendengar yang baik
b. Apakah seseorang dapat menyampaikan informasi dengan jelas
- Setelah itu sampaikan “10 Ciri-Ciri Pendengar yang Baik”

Model

Pengertian Model

Model adalah representasi simbolik dari suatu benda, proses, sistem, atau gagasan. Model dapat berbentuk gambar-gambar grafis, verbal, atau matematikal. Perbedaan pokok antara teori dan model adalah: teori merupakan penjelasan, sementara model hanya merupakan representasi. Yang dimaksud model komunikasi adalah gambaran yang sederhana dari proses komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya. Secara umum, model-model komunikasi dapat dibagi dalam lima kelompok. Kelompok pertama, disebut sebagai model-model dasar. Kelompok kedua menyangkut pengaruh personal, penyebaran dan dampak komunikasi masa terhadap perorangan. Kelompok ketiga meliputi model-model tentang efek komunikasi massa terhadap kebudayaan dan masyarakat. Kelompok keempat berisikan model-model yang memusatkan perhatian pada khalayak. Kelompok kelima mencakup model-model komunikasi tentang sistem, produksi, seleksi dan alur media massa

Fungsi Model

Fungsi model ada empat (4):

  1. Mengorganisasikan,
  2. Membantu menjelaskan,
  3. Meuristik dan
  4. Memprediksi.

Jenis – Jenis Model

1. Model Lasswell

Salah satu model komunikasi yang tua tetapi masih digunakan orang untuk tujuan tertentu adalah model komunikasi yang dikemukakan oleh Harold Lasswel ( Forsdale 1981 ), seorang ahli ilmu politik dari Yale University. Dia menggunakan lima pertanyaan yang perlu di tanyakan dan di jawab dalam melihat proses komunikasi, yaitu who ( siapa ), says what ( mengatakan apa ), in which medium atau dalam media apa , to whom atau kepada siapa, dan dengan what effect atau apa efeknya.

Bila dilihat lebih lanjut maksud dari model Lasswell ini akan kelihatan bahwa yang dimaksud dengan pertanyaan who tersebut adalah menunjuk kepada siapa orang yang mengambil inisiatif untuk memulai komunikasi. Yang memulai komunikasi ini dapat berupa seseorang dan dapat juga sekelompok orang seperti organisasi stsu persatuan.

Pertanyaan kedua adalah says what atau apa yang dikatakan. Pertanyaan ini adalah berhubungan dengan isi komunikasi atau apa pesan yang disampaikan dlam komunikasi tersebut.

Pertanyaan ketiga adalah to whom. Pertanyaan ini maksudnya menanyakan siapa yang menjadi audience atau penerima dari komunikasi.

Pertanyaan keempat adalah through what atau melalui media apa. Yang dimaksudkan dengan media adalah alat komunikasi, seperti berbicara, gerakan badan, kontak mata, sentuhan, radio, televisi, surat, buku, dan gambar. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah tidak semua media cocok untuk maksud tertentu.

Pertanyaan terakhir dari model Lasswell ini adalah what effect atau apa efeknya dari komunikasi tersebut. Pertanyaan mengenai efek komunikasi ini dapat menanyakan 2 hal yaitu apa yang ingin dicapai dengan hasil komunikasi tersebut dan kedua, apa yang dilakukan orang sebagai hasildari komunikasi. Akan tetapi perlu diingat, bahwa kadang-kadang tingkah laku seseorang tidak hanya disebabkan oleh faktor hasil komunikasi tetapi juga dipengaruhi factor lain.

2. Model Shannon

Model komunikasi lain yang banyak digunakan adalah model komunikasi dari Claude Shannon atau lebih dikenal dengan model Shannon Wever. Model ini berbeda dengan model Lasswell mengenai istilah yang digunakan bagi masing-masing komponen.

a. Sumber Informasi ( Information Source )

Dalam komunikasi manusia menjadi sumber informasi adalah otak. Pada otak ini terdapat kemungkinan message / pesan yang tidak terbatas jumlahnya. Tugas utama dari otak adalah menghasilkan suatu pesan atau suatu set kecil pesan dari berjuta-juta pesan yang ada.

b. Transmitter

Langkah kedua dari model Shannon adalah memilih transmitter. Pemilihan transmitter ini tergantung pada jenis komunikasi yang digunakan. Kita dapat membedakan dua macam komunikasi yaitu komunikasi tatap muka dan komunikasi mesin.

Pada komunikasi tatap muka yang menjadi transmitternya adalah alat-alat pembentuk suara dan dihubungkan dengan otot-otot serta organ tubuh lainnya yang terlibat dalam penggunaan bahasa nonverbal , sedangkan pada komunikasi yang menggunakan mesin-mesin alat komunikasi yang berfungsi sebagai transmitter adalah alat itu sendiri seperti, telepon, radio, televisi, foto, dan film.

c. Penyandingan (Encoding ) Pesan

Penyandingan ( encoding ) pesan diperlukan untuk mengubah ide dalam otak kedalam suatu sandi yang cocok dengan Transmitter. Dalam komunikasi tatap muka signal yang cocok dengan alat-alat suara adalah berbicara. Signal yang cocok dengan otot-otot tubuh dan indera adalah anggukan kepala, sentuhan dan kontak mata.

Pada komunikasi yang menggunakan mesin, di mana alat-alat yang digunakan sebagai perluasan dari indera, penyandian pesan juga berasal dari tubuh tetapi diperluas melalui jarak jauh dengan transmitter. Misalnya radio adalah perluasan dari suara manusia, televisi perluasan dari mata dan begitu juga dengan alat komunikasi lainnya.

d. Penerima dan Decoding

Istilah Shannon mengenai penerima dan decoding atau penginterpretasian pesan seperti berlawanan dengan istilah penyandian pesan. Pada komunikasi tatap muka kemungkinan transmitter menyandikan pesan dengan menggunakan alat-alat suara dan otot-otot tubuh. Penerima dalam hal ini adalah alat-alat tubuh yang sederhana yang sanggup mengamati signal. Misalnya telinga menerima dan menguraikan sandi pembicaraan, mata menerima dan menguraikan sandi gerakan badan dan kepala, kilatan mata dan signal lainnya yang dapat dilihat mata. Jelaslah jika seorang individu pada komunikasi tatap muka kekurangan satu atau lebih organ tubuh maka penerimaan pesan akan menjadi macet.

e. Tujuan (Destination)

Komponen terakhir dari Shanon adalah destination (tujuan) yang dimaksud oleh si komunikator. Destination ini adalah otak manusia yang menerima pesan yang berisi bermacam-macam hal, ingatan atau pemikiran mengenai kemungkinan dari arti pesan. Penerima pesan telah menerima signal mungkin melalui pendengaran, penglihatan, penciuman dan sebagainya kemudian signal itu diuraikan dan diinterpretasikan dalam otak.

f. Sumber Gangguan (Noise)

Dalam model komunikasi Shannon ini terlihat adanya faktor sumber gangguan pada waktu memindahkan signal dari transmitter kepada si penerima. Misalnya pada waktu anda berbicara dengan teman di jalan kedengarannya suara mobil lewat anak-anak berteriak yang semuanya itu mengganggu pembicaraan anda sesaat dan gangguan itu dinamakan noise.

Gangguan ini selalu ada dalam tiap-tiap komunikasi. Oleh sebab itu kita harus siap menetralkan gangguan dan tidak terkejut dengan kehadirannya. Untuk menetralkan gangguan ini Shannon mengemukakan empat cara seperti berikut :

  • Menambah kekuatan ( power ) dari signal. Misalnya kalau kita berbicara dengan seseorang di jalan yang suasananya hiruk pikuk, kita perlu memperkeras suara kita dalam berbicara supaya tidak diteln suara hiruk pikuk dan agar dapat didengar oleh lawan kita berbicara.
  • Mengarahkan signal dengan persis. Seperti halnya dalam pembicaraan diatas, taktik lain yang bisa dipakai untuk mengatasi gangguan adalah berbicara dekat sekali dengan lawan berbicara sehingga suara kita itu dapat menetralkan gangguan suara lain.
  • Menggunakan signal lain. Sebagai tambahan terhadap dasar pertama, dapat digunakan taktik lain untuk menetralisir gangguan yaitu dengan memperkuat pesan dengan signal lain misalnya, dengan gerakan kepala, gerakan badan, sentuhan, dan sebagainya.
  • Redudansi. Redudansi dalam situasi yang normal kurang baik digunakan., tetapi dalam suasana yang hiruk pikuk pengulangan kata-kata kunci dalam pembicaraan perlu dilakukan untuk membantu memperjelas pesn yang disampaikan.

3. Model Schraumn

Wilbur Schraumn memberikan model proses komunikasi yang agak berbeda sedikit dengan dua model sebelumnya. Dia memperlihatkan pentingnya peranan pengalaman dalam proses komunikasi. Bidang pengalaman akan menentukan apakah pesan dikirimkan diterima oleh sipenerima sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh sipengirim pesan. Schraumn mengatakan jika tidak ada kesamaan dalam bidang pengalaman, bahasa yang sama, latar belakang yang sama, kebudayaan yang sama, maka sedikit kemungkinan pesan yang diterima diinterpretasikan dengan benar.

Model ini sama dengan model-model sebelumnya yaitu memperlihatkan proses komunikasi yang satu arah dan tidak dua arah. Oleh karena Schraumn menyadari pentingnya balikan dalam komunikasi, akhirnya menyempurnakan model ini menjadi model dua arah. Balikan adalah penting dalam proses komunikasi karena akan menceritakan kepada kita bagaimana pesan yang dikirimkan diinterpretasikan oleh yang menerima pesan. Bila penerima pesan memberikan balikan kepada si pengirim maka si penerima berubah menjadi si pengirim atau sumber sehingga komunikasi tidak satu arah lagi tetapi satu lingkaran. Seorang individu dapat dipandang sebagai pengirim atau penerima pesan.

4. Model Berlo

Model-model komunikasi makin hari makin dikembangkan di antaranya yang paling terkenal model yangf dikembangkan oleh David Berlo pada tahun 1960. Modelnya hanya memperlihatkan proses komunikasi satu arah dan hanya terdiri dari empat komponen yaitu sumber, pesan, saluran dan penerima atau receiver. Akan tetapi pada masing-masing komponen tersebut ada sejumlah faktor kontrol.

Faktor ketrampilan, sikap, pengetahuan, kebudayaan, dan sistem social dari sumber atau orang yang mengirim pesan merupakan factor penting dalam menentukan isi pesan, perlakuan atau treatment dan penyandian pesan. Faktor-faktor ini juga berpengaruh kepada penerima pesan dalam menginterpretasikan isi pesan yang dikirimkan. Saluran yang dapat digunakan dalam komunikasi adalah penglihatan, pendengaran, penciuman, perasaan, dan alat peraba.

Model komunikasi Berlo di samping menekankan ide bahwa meaning are in the people atau arti pesan yang dikirimkan pada orang yang menerima pesan bukan pada kata-kata pesan itu sendiri .Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa interpretasi pesan terutama tergantung kepada arti dari kata atau pesan yang di tafsirkan oleh si pengirim atau si penerima pesan.

PENGKODEAN DATA

PENGKODEAN DATA

Modulasi adalah proses encoding sumber data dalam suatu sinyal carrier dengan frekuensi fc.

Gambar 3.1 Teknik Pengkodean Data dan Modulasi
Empat kombinasi yang muncul dari komunikasi pada gambar 3.1 :
· Data Digital, Sinyal Digital
· Data Analog, Sinyal Digital
· Data Digital, Sinyal Analog
· Data Analog, Sinyal Analog.

DATA DIGITAL, SINYAL DIGITAL
Elemen sinyal adalah tiap pulsa dari sinyal digital. Data binary ditransmisikan dengan
meng-encode -kan tiap bit data menjadi elemen-elemen sinyal.
Sinyal unipolar adalah semua elemen sinyal yang mempunyai tanda yang sama, yaitu
positif semua atau negatif semua.
Sinyal polar adalah elemen-elemen sinyal dimana salah satu logic statenya diwakili
oleh level tegangan positif dan yang lainnya oleh level tegangan negatif.
Durasi atau lebar suatu bit adalah waktu yang diperlukan oleh transmitter untuk memancarkan bit tersebut.
Modulation rate adalah kecepatan dimana level sinyal berubah, dinyatakan dalam bauds atau elemen sinyal per detik.
Istilah mark dan space menyatakan digit binary '1' dan '0'.
Tugas-tugas receiver dalam mengartikan sinyal-sinyal digital :
· receiver harus mengetahui timing dari tiap bit
· receiver harus menentukan apakah level sinyal dalam posisi bit high(1) atau low(0)
Tugas-tugas ini dilaksana kan dengan men-sampling tiap posisi bit pada tengah-tengah
interval dan membandingkan nilainya dengan threshold.

Faktor yang menentukan sukses dari receiver dalam mengartikan sinyal yang datang :
· Data rate (kecepatan data) : peningkatan data rate akan meningkatkan bit error rate (kecepatan error dari bit).
· S/N : peningkatan S/N akan menurunkan bit error rate.
· Bandwidth : peningkatan bandwidth dapat meningkatkan data rate.

Lima faktor yang perlu dinilai atau dibandingkan dari berbagai teknik komunikasi :
  1. · Spektrum sinyal : disain sinyal yang bagus harus mengkonsentrasikan kekuatan transmisinya pada daerah tengah dari bandwidth transmisi; untuk mengatasi distorsi dalam penerimaan sinyal digunakan disain kode yang sesuai dengan bentuk dari spektrum sinyal transmisi.
  2. · Clocking : menentukan awal dan akhir dari tiap posisi bit dengan mekanisme synchronisasi yang berdasarkan pada sinyal transmisi.
  3. · Deteksi error : dibentuk dalam skema fisik encoding sinyal.
  4. · Interferensi sinyal dan Kekebalan terhadap noise
  5. · Biaya dan kesulitan : semakin tinggi kecepatan pensinyalan untuk memenuhi data rate yang ada, semakin besar biayanya.

Gambar 3.2. Format encoding sinyal digital.

Nonreturn-to-Zero-Level (NRZ-L) yaitu suatu kode dimana tegangan negatif dipakai untuk mewakili suatu binary dan tegangan positif dipakai untuk mewakili binary lainnya.
Nonreturn to Zero Inverted (NRZI) yaitu suatu kode dimana suatu
transisi (low ke high atau high ke low) pada awal suatu bit time akan
dikenal sebagai binary '1' untuk bit time tersebut; tidak ada transisi berarti
binary '0'. Sehingga NRZI merupakan salah satu contoh dari differensial encoding.

Keuntungan differensial encoding : lebih kebal noise, tidak dipengaruhi oleh level tegangan.
Kelemahan dari NRZ-L maupun NRZI : keterbatasan dalam komponen dc dan kemampuan synchronisasi yang buruk


MULTILEVEL BINARY
Kode ini menggunakan lebih dari 2 level sinyal (contohnya : pada gambar
3.2, bipolar-AMI dan pseudoternary).
Bipolar-AMI yaitu suatu kode dimana binary '0' diwakili dengan tidak
adanya line sinyal dan binary '1' diwakili oleh suatu pulsa positif atau
negatif.
Pseudoternary yaitu suatu kode dimana binary '1' diwakili oleh ketiadaan
line sinyal dan binary '0' oleh pergantian pulsa-pulsa positif dan negatif.
Keunggulan multilevel binary terhadap NRZ : kemampuan synchronisasi
yang baik, tidak menangkap komponen dc dan pemakaian bandwidth yang
lebih kecil, dapat menampung bit informasi yang lebih.
Kekurangannya dibanding NRZ : diperlukan receiver yang mampu
membedakan 3 level (+A, -A, 0) sehingga membutuhkan lebih dari 3 db
kekuatan sinyal dibandingkan NRZ untuk probabilitas bit error yang sama.

BIPHASE
Dua tekniknya yaitu : manchester dan differential manchester.
Manchester yaitu suatu kode dimana ada suatu transisi pada setengah dari
periode. tiap bit : transisi low ke high mewakili '1' dan high ke low
mewakili '0'.
Differential manchester yaitu suatu kode dimana binary '0' diwakili oleh
adanya
transisi di awal periode suatu bit dan binary '1' diwakili oleh ketiadaan
transisi di awal
periode suatu bit.
Keuntungan rancangan biphase :
· Synchronisasi : karena adanya transisi selama tiap bit time,
receiver dapat men-synchron-kan pada transis tersebut atau dikenal
sebagai self clocking codes.
· Tidak ada komponen dc.
· Deteksi terhadap error : ketiadaan dari transisi yang diharapkan,
dapat dipakai untuk mendeteksi error.
Kekurangannya :
· memakai bandwidth yang lebih lebar dari pada multilevel binary.


MODULATION RATE (KECEPATAN MODULASI)


Modulation rate adalah kecepatan dimana elemen-elemen sinyal terbentuk.
Contoh : untuk kode manchester, maksimum modulation rate = 2 / tB.


TEKNIK SCRAMBLING
Teknik biphase memerlukan kecepatan pensinyalan yang tinggi relatif terhadap
data rate sehingga lebih mahal pada aplikasi jarak jauh sehingga digunakan
teknik scrambling dimana serangkaian level tegangan yang tetap pada line
digantikan dengan serangkaian pengisi yang akan melengkapi transisi yang cukup
untuk clock receiver mempertahankan synchronisasi.
Hasil dari disain ini :
· Tidak ada komponen dc
· Tidak ada serangkaian sinyal level nol yang panjang
· Tidak terjadi reduksi pada data rate
· Kemampuan deteksi error.
Bipolar with 8-Zeros Substitution (B8ZS ) yaitu suatu kode dimana :
· Jika terjadi oktaf dari semua nol dan pulsa tegangan terakhir yang
mendahului oktaf ini adalah positif, maka 8 nol dari oktaf tersebut diencode
sebagai 000+-0- +
· Jika terjadi oktaf dari semua nol dan pulsa tegangan terakhir yang
mendahului oktaf ini adalah negatif, maka 8 nol dari oktaf tersebut diencode
sebagai 000-+0+ -
High-density bipolar-3 zeros (HDB3 ) yaitu suatu kode dimana menggantikan
string-string dari 4 nol dengan rangkaian yang mengandung satu atau dua pulsa
atau disebut kode violation, jika violation terakhir positive maka violation ini
pasti negative dan sebaliknya (lihat tabel 3.3).

Media Transmisi

Media Transmisi
Media transmisi dapat digolongkan menjadi guided media dan unguided media. Pada guided media gelombang dikendalikan sepanjang jalur fisik. Contohnya, twisted pair, coaxial cable dan fiber optic. Pada unguided media, disediakan alat untuk mentransmisikan data namun tidak
mengendalikannya. Contohnya, perambatan gelombang di udara dan komunikasi menggunakan wireless.
Karakteristik dan mutu suatu transmisi data ditentukan oleh dua hal, yaitu karakteristik media dan karakteristik sinyal.
Untuk guided media, media itu sendiri menjadi lebih penting dalam penentuan batasan-batasan
transmisi. Pada unguided media, karakteristik transmisi lebih ditentukan oleh kualitas sinyal yang dihasilkan melalui antena tarnsmisi dibandingkan dengan medianya sendiri.
Dengan mempertimbangkan desain sistem transmisi data, perhatian ditekankan pada rate data dan jarak. Sejumlah faktor-faktor perancangan yang berkaitan dengan media transmisi dan sinyal yang menentukan rate dan jarak, antara lain :
1. Bandwidth. Semakin besar bandwidth sinyal, maka semakin tinggi rate data yang diperoleh.
2. Gangguan transmisi. Gangguan, misalnya atenuasi, membatasi jarak.
3. Interferensi. Interferensi dari sinyal-sinyal yang berkompetisi dalam band frekuens yang saling tumpang tindih dapat mengubah atau menghapuskan sinyal.
4. Jumlah receiver. Media guided yang digunakan untuk membangun suatu hubungan titik ke titik atau multipoint akan dapat memunculkan atenuasi dan distorsi, serta membatasi jarak dan rate data.

Media Transmisi Guided
Untuk media transmisi guided, kapasitas transmisi, baik dalam hal rate maupun bandwidth, sangat bergantug pada jarak dan sistem transmisi medianya. Guided media yang biasanya digunakan adalah twisted pair, caxial cable dan fiber optic. Tabel berikut menunjukkan karakter transmisi titik ke titik dari guided media.

Twisted Pair
Twisted pair merupakan media transmisi guided yang paling banyak digunakan. Sebuah twisted pair terdiri dari dua kawat yang disekat dan disusun dalam suatu pola spiral beraturan. Biasanya, beberapa pasang kawat dibundel menjadi satu kabel dengan cara dibungkus dalam sebuah sarung pelindung. Penggulungan cenderung meningkatkan interferensi
crosstalk di antara sepasang kawat yang saling berdekatan di dalam satu kabel.
Twisted pair dapat digunakan untuk mentransmisikan transmisi analog maupun digital. Untuk sinyal analog diperlukan amplifier kira-kira setiap 5 – 6 km. Untuk transmisi digital diperlukan repater kira-kira setiap 2 atau 3 km.


Infra Merah
Komunikasi infra merah dapat dilakukan menggunakan transmitter/receiver yang memodulasi cahaya infra merah yang koheren. Transceiver harus berada dalam jalur pandang. Transmisi infra merak tidak dapat melakukan penetrasi terhadap dinding.

Penjalaran Gelombang
Sebuah sinyal dapat mejalar melalui tiga rute, yaitu :
1. Menyusur tanah (ground wave). Sinyal menjalar mengikuti kontur permukaan bumi. Contohnya pada radio AM. Frekuensinya berada di bawah 2 Mhz.
2. Melalui udara (sky wave). Sinyal dapat dipantulkan oleh ionosfer dan bagian atas atmosfer. Frekuensinya 2-30 MHz.
3. Berdasarkan jarak pandang (line of sight). Sinyal dijalarkan pada garis lurus antara transmitter dengan receiver. Frekuensinya diatas 30 MHz

Transmisi Data

Transmisi Data
Kesuksesan sebuah transmisi bergantung kepada dua faktor, yaitu :
mutu sinyal yang ditansmisikan dan karakteristik media transmisi yang digunakan. Suatu media transmisi dapat digolongkan menjadi :
  • Guided media. Pada media ini, gelombang dikendalikan sepanjang jalur fisik. Contohnya, twisted pair, coaxial cable, fiber optic.
  • Unguided media. Media ini menyediakan alat untuk mentransmisikan data namun tidak mengendalikannya. Contohnya, perambatan gelombang di udara dan komunikasi menggunakan wireless.
Frekuensi, spektrum dan bandwidth
Sinyal merupakan fungsi waktu, namun dapat diekspresikan sebagai suatu fungsi frekuensi; dimana sinyal terdiri dari komponen-komponen frekuensi yang berbeda.
Berdasarkan analisis fourier, dapat ditunjukkan bahwa sinyal apapun dibentuk dari komponen-komponen pada berbagai frekuensi, masing-masing komponen berbentuk sinusoidal.
Gelombang sinusoidal umumnya dituliskan sebagai berikut.
s(t) = Asin(2πft +φ )

Gelombang sinusoidal digambarkan oleh tiga parameter : Amplitudo (A), frekuensi (f) dan fase(φ). Amplitodo adalah nilai tertinggi atau kekuatan sinyal setiap waktu, nilainya diukur dalam volt.
Frekuensi adalah banyaknya sinyal yang berulang setiap detik (Hz). Fase adalah ukuran posisi relatif dalam suatu waktu di dalam satu periode sinyal.

Panjang gelombang adalah jarak yang diperlukan oleh sinyal untuk melakukan satu cycle atau jarak antara dua titik pada suatu cycle yang berurutan pada fase yang sama.

Spektrum sebuah sinyal adalah rentang frekuensi dimana spektrum berada.

Semakin tinggi data rate suatu sinyal, semakin besar pula bandwidth efektifnya. Atau dengan kata lain, semakin besar bandwidth sebuah sistem transmisi, maka semakin tinggi data rate potensialnya.


Transmisi Data Digital dan Analog
Data merupakan entity yang mempunyai arti.
Sinyal merupakan tampilan data dalam bentuk elektrik atau elektromagnetik. Pensinyalan
merupakan penyebaran sinyal secara fisik melalui suatu media yang sesuai.
Transmisi adalah komunikasi data melalui penyebaran dan pemrosesan sinyal-sinyal.
Data analog berupa data yang menerima nilai yang terulang secara terus menerus dan kontinu dalam beberapa interval. Contohnya data suara dan video.

Modem (modulator/demodulator) mampu mengubah suatu deretan pulsa voltase biner (two-valued) menjadi suatu sinyal analog dengan cara menandai data digital diatas frekuensi pembawa (carrier frequency).
Codec (coder/decoder) mamproses sinyal analog menampilkan data secara langsung dengan memperkirakan sinyal tersebut melalui deretan bit.
Sebaliknya, pada receiver, deretan bit digunakan untuk merekonstruksi data
analog.
Transmisi analog merupakan suatu alat untuk mentransmisikan sinyalsinyal
analog tanpa memperhatikan isinya.

Alasan lebih populernya pensinyalan menggunakan teknik digital, adalah :
• Teknologi digital semakin murah.
• Integritas data lebih baik.
• Kapasitas lebih besar daripada analog
• Adanya security dengan privacy yang lebih baik karena teknik enkripsi.
• Integrasi antara data-data digital.

Gangguan Transmisi
Macam-macam gangguan transmisi yang paling signifikan adalah:
  • • Atenuasi dan distorsi atenuasi.
Atenuasi merupakan melemahnya sinyal karena adanya pengaruh jarak. Pada guided media, atenusi pada umumnya mengikuti fungsi logaritmik. Pada unguided media, atanuasi
adalah fungsi jarak.
Untuk mengatasi atenuasi, pertimbangan yang harus diperhatikan :
o Sinyal yang diterima harus cukup kuat untuk dapat diterima dan dideteksi oleh receiver.
o Level sinyal harus lebih tinggi dari derau tanpa error.
o Harus diperhatikan bahwa atenuasi merupakan fungsi frekuensi yang meningkat sehingga mengurangi tingkat kejelasan sinyal.
  • • Distorsi delay
Karena kecepatan penyebaran sebuah sinyal melewati suatu medium guided berbeda dengan frekuensinya, maka menyebabkan berbagai komponen frekuensi sinyal akan mencapai receiver pada saat yang berlainan dan mengakibatkan fasenya berubah diantara frekuensi-frekuensi
yang berbeda-beda.
  • • Derau (noise)
Noise merupakan sinyal tambahan yang terselipkan ketika
transmisi. Kategori noise :
o Noise suhu, noise akibat perubahan temperatur.
o Noise intermodulasi, noise akibat percampuran frekuensi.
o Crosstalk. Timbulnya sinyal multiple.
o Derau impuls. Noise akibat pulsa yang tidak beraturan.
  • • Crosstalk.
Terjadi pada sistem telepon. Pada saat menggunakan telepon terdengan percakapan lain. Dapat terjadi karena kole elektrik antara twisted pair yang berdekatan yang membawa sinyalsinyal
multipel.

Kapasitas Kanal dan Bandwidth Nyquist
Kapasitas kanal merupakan rate maksimum pada data yang dapat di transmisikan melalui suatu jalur komunikasi tertentu pada kondisi tertentu.
Bila sinyal terdiri dari V level diskrei, maka teorema Nyquist menyatakan :
Laju data maksimum = 2Hlog2V bit/detik

Misalnya, sebuah kanal 3-kHz tanpa noise tidak akan dapat mentansmisikan sinyal biner pada kecepatan melebihi 6000 bps. Bila terdapat random noise, maka perbandingan daya sinyal terhadap noise yang terukur disebut dengan signal-to-noise ratio atau S/N. Kadangkadang
ratio-nya sendiri tidak pernah dicantumkan tapi diberikan dalam kuantitas 10 log10 S/N. Pada tahun 1984, Claude Shannon menunjukkan bahwa laju maksimum data sebuah kanal dengan noise yang bandwidthnya H Hz, dengan rasio S/N, dapat dinyatakan dengan :
Jumlah bit/detik maksimum = H log2(1+S/N)

Misalnya, kanal dengan bandwidth 3 kHz dan S/N 30 dB, tidak pernah
mentransmisikan lebih dari 30.000 bps, tidak perduli banyak atau sedikit level
sinyal yang dipakai.

Protokol dan Arsitektur Protokol

1/13

Protokol dan Arsitektur Protokol
Saat dua atau lebih komputer saling dihubungkan melalui sebuah jaringan komunikasi maka untuk dapat saling berkomunikasi diperlukan “bahasa” yang sama. “Bahasa” tersebut merujuk pada protokol. Dengan kata lain, protokol merupakan rangkaian aturan yang membawahi proses pertukaran data diantara dua entity atau merupakan persetujuan semua pihak yang berkomunikasi tentang bagaimana komunikasi tersebut harus dilakukan.

Entity merupakan istilah yang merujuk pada elemen-elemen aktif pada sebuah layer, yang dapat meliputi program-program aplikasi user, program transfer file, sistem managemen data, terminal dan lain-lain. Entity-entity yang berisi layer yang bersesuaian pada mesin yang berlainan disebut peer. Dengan kata lain, peer-lah yang berkomunikasi dengan menggunakan protokol. Seperti dijelaskan diatas, protokol berisi sejumlah aturan yang mengatur format dan arti sebuah frame, paket, atau pesan diantara dua peer-entity dalam sebuah layer. Entity menggunakan protokol agar dapat mengimplementasikan definisi–definisi layanannya. Sebuah entity dapat
mengubah protokolnya dengan alasan tertentu.

Elemen kunci sebuah protokol adalah :
  • Syntax, meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan format data dan level-level sinyal.
  • Semantics, meliputi informasi kontrol untuk koordinasi dan pengendalian kesalahan.
  • Timing, meliputi kesesuaian urutan dan kecepatan.
Service dan protokol merupakan dua konsep yang berbeda. Service merupakan kumpulan operasi yang disediakan oleh sebuah layer bagi layer diatasnya. Service menentukan operasi-operasi yang disiapkan bagi penggunanya, akan tetapi tidak memberitahukan cara operasi-operasi tersebut diimplementasikan. Sevice berhubungan dengan interface yang ada diantara dua layer. Sebaliknya, protokol merupakan aturan yang mengatur format dan arti sebuah frame, paket, atau pesan yang dipertukarkan diantara dua peer entity dalam sebuah layer. Entity
menggunakan protokol untuk dapat mengimplementasikan layanannya. Entity mempunyai kebebasan mengubah protokolnya dengan alasan tertentu.


Arsitektur Protokol
Sering kali sistem komunikasi yang digunakan mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Misalnya, sistem transfer file yang memiliki modul-modul yang mentransmisikan password, file command dan records. Modul-modul tersebut disusun dalam rangkaian terstruktur. Struktur tersebut disebut sebagai arsitektur protokol. Dengan kata lain, sebuah arsitektur protokol adalah struktur urutan dari hardware dan sotfware yang mendukung pertukaran data diantara sistem dan mendukung aplikasi terdistribusi.


Arsitektur Protokol Sederhana

Untuk mengurangi kerumitan rancangan, sebagian besar jaringan diorganisasikan sebagai suatu tumpukan (layer) atau level. Jumlah, nama, isi, dan fungsi setiap layer dapat berbeda dari jaringan satu dengan lainnya. Akan tetapi, pada semua jaringan, tujuan sebuah layer adalah untuk memberikan layanan kepada layer yang ada di atasnya. Dengan kata lain,
arsitektur jaringan merupakan himpunan layer dan protokol. Pada setiap layer, satu protokol atau lebih diterapkan dalam sistem komunikasi.

Karakteristik penting sebuah protokol adalah sebagai berikut.
  • Langsung/tidak langsung
Bila dua sistem menggunakan point-to-point link, entiti-entiti pada sistem dapat dikatakan berkomunikasi secara langsung; yakni kontrol informasi dan data melintas langsung diantara kedua entiti tanpa adanya pengatur lain. Apabila sistem dihubungkan dengan switch jaringan komunikasi, atau mempunyai konfigurasi multipoint, maka tidak akan terjadi komunikasi protokol secara langsung. Kedua entiti yang berkomunikasi harus bergantung pada fungsi entiti-entiti lain untuk dapat saling menukar data. Pada rangkaian jaringan yang lebih luas, dimana dua entiti tidak hanya terhubung jaringan switch akan tetapi terhubung juga secara tidak langsung dengan dua jaringan atau lebih diistilahkan Internet.
  • Monolitis/terstruktur
Pada sistem monolitis, task-task komunikasi pada sebuah entiti diperlakukan sebagai sebuah unit. Sehingga semua tugas dilakukan secara mandiri oleh unit tersebut. Misalnya, pada dua unit yang saling bertukar data, maka semua logic yang berhubungan dengan pertukaran data dilakukan oleh masing-masing unit. Mulai dari koneksi ke jaringan, pemisahan paket data menjadi lebih kecil, dan seterusnya. Sehingga pertukaran data hanya akan terjadi jika entiti yang lain siap menerima data, sebaliknya entiti pengirim data juga siap mengirimkan data. Pada sistem terstruktur, rangkaian protokol yang digunakan mempunyai lapisan-lapisan atau hierarki. Sehingga tugas-tugas tertentu hanya dikerjakan oleh entiti yang lebih rendah tingkatannya, sedangkan entiti yang lebih tinggi tingkatannya hanya menerima
service dari entiti yang lebih rendah. Secara tidak langsung, entiti pada tingkat yang lebih tinggi tergantung pada entiti yang lebih rendah untuk menukar data.
  • Simetris/tidak simetris
Sebuah protokol bersifat simetris jika dapat melakukan komunikasi antara entiti sejenis. Sedangkan asimetri diterapkan pada protokol yang mempunyai tingkatan lebih tinggi/lebih rendah, misalnya hubungan “client” dan “server”.
  • Standar/non standar
Sebuah protokol non standar adalah protokol yang dibuat untuk suatu situasi komunikasi tertentu. Umumnya dirancang untuk model komputer khusus.


Suatu tugas (task) yang dilakukan oleh sebuah protokol dinamakan fungsi.
Fungsi-fungsi protokol dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori sebagai berikut.
  • Encapsulation
Setiap PDU (Protocol Data Unit) terdiri dari data dan information control. Information control dikelompokkan dalam tiga ketegori: Address, Error detecting code, dan Protokol control. Proses untuk menambahkan data dan information control ke dalam sebuah PDU disebut enkapsulasi (encapsulation).
  • Segmentasi dan Reassembling
Segmentasi merupakan pemecahan data menjadi blok-blok yang berukuran sama. Alasan dilakukannya segmentasi, antara lain :
o Kemampuan jaringan komunikasi menerima ukuran blok.
o Efisiensi Error control.
o Efisiensi Flow control.
o Efisiensi buffer.

Kerugian dari segmentasi, antara lain :
o Overhead menjadi lebih besar.
o Terjadinya banyak interrupt akibat semakin banyaknya blok yang masuk.

Kebalikan dari segmentasi adalah reassembling. Reassembling adalah pengumpulan kembali sebuah data dari blok-blok yang sudah disegmentasi.
  • Connection control
Kontrol koneksi berhubungan dengan metode yang digunakan untuk melakukan pertukaran data antar entiti.
  • Ordered delivery
Apabila dua buah entiti pada host yang berlainan berkomunikasi, maka ada kemungkinan paket-paket data tidak tiba secara bersamaan akibat melintasi jalur-jalur yang berlainan. Agar entiti penerima dapat menerima data dengan benar, maka tiap-tiap paket data diberi tanda secara urut.
  • Flow control
Flow control merupakan suatu fungsi yang ditujukan untuk membatasi jumlah atau rate data yang dikirim oleh suatu entiti yang mentransmisi. Bentuk flow control yang paling sederhana adalah prosedur stop-andwait.
  • Error control
Error control diperlukan untuk menjaga informasi dan data dari kerusakan. Biasanya error control terdiri dari error detection dan transmisi ulang. Untuk error detection, disisipkan kode pendeteksi kesalahan pada paket yang ditransmisikan. Jika dideteksi adanya kesalahan pengiriman oleh receiver, maka paket data tersebut dibuang dan dikirimkan permintaan untuk melakukan transmisi ulang paket data yang dibuang tersebut.
  • Addressing
Konsep pengalamatan meliputi hal-hal sebagai berikut.
1. Addressing level (tingkatan pengalamatan), menunjuk pada tempat dimana suatu entiti berada. Umumnya, alamat semacam ini disebut dengan network-level addressing.
Contohnya dalam arsitektir TCP/IP disebut dengan alamat IP (IP address) atau dalam OSI disebut Network Service Access Point (NSAP).
2. Addressing scope (jangkauan pengalamatan).
3. Connection identifiers (identifikasi koneksi), konsep ini muncul pada transfer data yang lebih berorientasi koneksi. Pada tranfer data berorientasi koneksi, kadang hanya dipergunakan sebuah nama koneksi selama fase transfer data.
Keuntungan penggunaan identifikasi koneksi antara lain :
• Mengurangi overhead.
• Dapat menentukan rute yang jelas (routing).
• Efektif untuk koneksi yang lebih dari satu secara simultan.
• Sekal suatu koneksi dijalankan, ujung sistem mampu mempertahankan informasi kondisi yang berkaitan dengan koneksi tersebut.

4. Addressing mode (mode pengalamatan). Berhubungan dengan rujukan pada sistem tunggal (unicast address) atau port.
  • Multiplexing
Multiplexing selain digunakan pada konsep pengalamatan yang
menunjukkan koneksi dari koneksi multiple ke sistem tunggal atau dari
sistem tunggal ke port, juga berhubungan dengan pemetaan koneksi
dari satu level ke level yang lain.
  • Transmission services
Sebuah protokol dapat menyediakan berbagai jenis layanan tambahan kepada entiti-entiti yang menggunakannya. Contohnya :
  1. Prioritas: pesan-pesan tertentu, misalnya control massage, diperlukan untuk mendapatkan delay minimum.
  2. Mutu layanan: golongan data tertentu membutuhkan laju penyelesaian minimum atau batas penundaan maksimum.
  3. Security: kemungkinan dimintanya mekanisme pengamanan atau pembatasan akses.
Arsitektur protokol yang paling banyak digunakan adalah suite protocol TCP/IP. Tidak diperlukan interface yang sama pada semua mesin, asalkan setiap mesin dapat menggunakan protokol dengan benar. Daftar protokol yang digunakan oleh sebuah sistem, satu protokol per layer, disebut dengan protokol stack.

Model 3 lapisan (three layer model)
Komunikasi data dibagi menjadi 3 lapisan yang berdiri sendiri, yaitu :
􀂃 Network access layer, berkaitan dengan perpindahan data diantara
komputer dengan jaringan dimana jaringan tersebut dihubungkan.
􀂃 Transport layer, berkaitan dengan lapisan yang digunakan oleh semua
aplikasi.
􀂃 Application layer, berkaitan dengan aplikasi dari user.
Yang perlu diperhatikan adalah, tidak ada data yang dipindahkan
secara langsung dari layer n sebuah mesin ke layer n mesin lainnya.
Melainkan setiap layer melewatkan data dan mengontrol informasi ke layer
yang berada di bawahnya. Hingga ke layer paling bawah.

Model Komunikasi Tiga Lapisan

Operasi Pada Model Protokol 3 Lapisan
Layanan (service) merupakan sekumpulan operasi yang disediakan
sebuah layer bagi layer yang berada di atasnya. Service berhubungan
dengan sebuah interface yang ada diantara dua layer, dengan layer
bawah sebagai penyedia service dan layer atas sebagai pengguna. Suatu
layanan disebut andal (reliable) jika tidak pernah kehilangan datanya.
Sebuah layer memiliki dua macam layanan bagi layer di atasnya :
􀂃 Connection – oriented
Connection oriented dibuat berdasarkan sistem telepon. Contohnya
sistem file transfer. Variasi layanan connection-oriented misalnya,
urutan pesan dan aliran byte.
􀂃 Connectionless
Connectionless dibentuk berdasarkan sistem surat pos. Setiap pesan
memiliki alamat yang dituju. Variasi layanan connectionless misalnya,
datagram, acknowledged datagram, request-reply.
Suite Protokol TCP/IP
TCI/IP merupakan hasil dari pengembangan dan riset protokol yang
dilakukan atas jaringan packet-switched eksperimental (experimental packet
switched network), ARPANET, dan secara umum dikenal dengan nama
TCP/IP protokol suite. Suite protokol ini terdiri atas sekumpulan protokol dalam
jumlah besar yang dijadikan sebagai standar Internet.
Pendekatan TCP/IP adalah dengan memecah task menjadi modul-modul
atau entiti yang bisa berkomunikasi dengan entiti setara pada sistem yang
lain. Suatu entiti dalam sistem menyediakan layanan untuk sistem yang lain
dan, sebaliknya, menggunakan layanan dari entiti pada sistem yang lain.
Entiti-entiti ini dirancang dalam tampilan modular atau hierarki. TCP/IP
memandang bahwa pada layer-layer tertentu fungsi protokol-protokolnya
tidak harus sama atau bahkan mirip. Sehingga, yang umum dari serangkaian
7/13
protokol pada layer yang sama adalah bahwa mereka membagi rangkaian
protokol pendukung yang sama pada lapisan bawah berikutnya.
Task komunikasi TCP/IP disusun menjadi lima lapisan independen, yaitu :
􀂃 Lapisan Aplikasi (application layer), berhubungan dengan logik
yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai aplikasi user.
􀂃 Lapisan host-to-host (transport), berhubungan dengan mekanisme
pengiriman data. Lapisan ini bertugas memastikan bahwa seluruh
data tiba di aplikasi tujuan dan data yang tiba tersebut sesuai
dengan yang diperintahkan saat data dikirim.
􀂃 Lapisan Internet, berkaitan dengan prosedur-prosedur tertentu yang
diperlukan untuk menghubungkan dua perangkat komunikasi yang
berada pada sistem jaringan yang berbeda. Lapisan ini
menggunakan Internet Protocol (IP) yang menyediakan fungsi
routing melintasi bermacam-macam jaringan. Protokol ini juga
diterapkan pada jalur-jalur yang dilalui.
􀂃 Lapisan Akses jaringan (Network access layer), berkaitan dengan
pertukaran data diantara sebuah ujung sistem dengan jaringan
yang terhubung dengannya.
􀂃 Lapisan fisik (Physical Layer), meliputi interface fisik antara suatu
perangkat transmisi data, misalnya PC, dengan sebuah media
transmisi atau jaringan.

Lapisan-lapisan pada model TCP/IP
TCP/IP dibentuk dari beberapa protokol network access yang berurutan.
Protokol ini memungkinkan host mampu mengirim data melewati jaringan
menuju host lain, atau dari sebuah host pada jaringan lain menuju router. IP
diterapkan pada seluruh ujung sistem dan router. IP bertindak sebagai relay
untuk memindah suatu block data dari suatu host, melewati satu router atau
lebih, menuju ke host lain. TCP hanya diterapkan pada ujung sistem dan
menjaga track suatu blok data untuk memastikan bahwa semuanya dikirim
menuju aplikasi yang tepat secara reliabel.

PDU Pada Arsitektur TCP/IP
Agar komunikasi berjalan, setiap entiti pada seluruh sistem harus memiliki
suatu alamat khusus. Jika suatu host memiliki sebuah alamat global khusus,
maka hal ini memungkinkan protokol TCP mengirimkan data secara tepat.
Address ini kemudian disebut sebagai port.

Konsep pengiriman data pada TCP/IP
Gambaran transmisi oleh model TCP/IP adalah sebagai berikut. Suatu blok
data bersama dengan control information dikirimkan ke TCP. Oleh TCP, data
tersebut dipecah menjadi bagian yang lebih kecil (segmentation). Pada tiaptiap
bagian segmen dilampirkan control information dari TCP yang disebut
TCP header. Yang termasuk dalam TCP header meliputi: destination port,
sequence number, dan checksum. Segmen tersebut diserahkan kepada IP
untuk ditransmisikan. Karena transmisi harus melewati satu atau lebih router
perantara, maka IP melampirkan suatu header kontrol pada tiap segmen. Isi
dari header ini misalnya adalah alamat host tujuan. Kemudian segmen
dilewatkan pada lapisan network access untuk ditransmisikan menuju
tujuannya. Lapisan network access kemudian melampirkan headernya dan
menciptakan sebuah paket atau frame. Header dari network access meliputi
9/13
destination network dan request facilities (permintaan fasilitas). Lalu paket
ditansmisikan sepanjang jaringan menuju ke tujuannya.

Gambaran transfer data pada TCP/IP
Model OSI
Model OSI (Open Systems Interconnections) dikembangkan oleh ISO
(International Standars Organization) sebagi model untuk arsitektur
komunikasi komputer serta sebagai kerangka kerja bagi pengembangan
standar-standar protokol. Disebut sebagai open systems karena sistem
tersebut terbuka untuk digunakan berkomunikasi dengan sistem-sistem
lainnya. Model OSI bukanlah merupakan arsitektur jaringan, karena model ini
tidak menjelaskan secara pasti layanan dan protokol yang digunakan pada
setiap layernya. Model OSI hanya menjelaskan tentang apa yang harus
dikerjakan oleh sebuah layer.
Pada model OSI, fungsi-fungsi komunikasi dibagi menjadi suatu rangkaian
layer yang hierarkis. Masing-masing layer menampilkan subrangkaian fungsi
yang masih berkaitan yang diperlukan untuk komunikasi dengan sistem yang
lain. Tidak ada komunikasi secara langsung diantara peer layer kecuali pada
physical layer. Di atas physical layer, setiap entiti protokol mengirimkan data
sampai lapisan yang lebih rendah.
Prinsip-prinsip pada model OSI, pada dasarnya sama dengan
menggunakan rancangan modular (modular design). Yaitu, seluruh fungsi
dipecah menjadi beberapa modul, membuat interface diantara modul
sesederhana mungkin. Elemen kunci dari Model OSI adalah :
o Spesifikasi kontrol
o Definisi layanan
o Pengalamatan
Model OSI terdiri dari tujuh lapisan, yaitu ;
􀂃 Application
Layer ini menyediakan cara bagi program-program aplikasi untuk
mengakses lingkungan OSI. Berisi fungsi-fungsi manajemen dan
mekanisme-mekanisme yang umumnya berguna untuk mendukung
aplikasi-aplikasi yang didistribusikan.
􀂃 Presentation
Layer ini menentukan format data yang dipindahkan diantara
aplikasi dan menawarkan pada program-program aplikasi
serangkaian layanan transformasi data. Layer ini juga menentukan
syntax yang dipergunakan diantara entiti aplikasi.
10/13
􀂃 Session
Session layer menyediakan mekanisme untuk mengontrol dialog
diantara aplikasi pada ujung sistem. Service yang disediakan oleh
layer ini, antara lain:
• Dialogue dicipline, bisa berupa saluran half-duplex atau fullduplex.
• Grouping, aliran data bisa ditandai dengan cara
menentukan kelompok data.
• Recovery, layer ini dapat menyediakan suatu mekanisme
pemeriksaan, agar bila terjadi kegagalan diantara
checkpoint, dapat mentransmisikan kembali seluruh data
mulai dari checkpoint terakhir.
􀂃 Transport
Transport layer menyediakan suatu mekanisme perubahan data
diantara ujung sistem. Transport berorientasi koneksi menjamin
bahwa data yang dikirim bebas dari kesalahan, secara bertahap,
dengan tidak mengalami duplikasi atau hilang. Lapisan ini juga
berkaitan dengan optimalisasi penggunaan layanan jaringan dan
menyediakan mutu layanan yang bisa diminta untuk entiti session,
seperti menentukan laju error yang boleh diterima, maksimum
penundaan, prioritas, dan security.
􀂃 Network
Network layer menyediakan transfer informasi diantara ujung sistem
melewati beberapa jaringan komunikasi berurutan. Pada layer ini,
sistem komputer berdialog dengan jaringan untuk menentukan
alamat tujuan dan meminta fasilitas jaringan tertentu, misalnya
prioritas.
􀂃 Data Link
Layer data link mengupayakan agar link fisik cukup baik dan
menyediakan layanan untuk mengaktifkan, mempertahankan dan
menonaktifkan link. Service yang disediakan untuk layer yang lebih
tinggi meliputi error detection dan control. Sehingga dengan suatu
data link layer yang berfungsi sepenuhnya layer yang lebih tinggi
berikutnya bisa menerima transmisi bebas kesalahan.
􀂃 Physical
Physical layer mencakup interface fisik antara devices dan aturan
bit-bit yang dilewatkan antara satu dengan yang lain. Lapisan ini
hanya menyediakan layanan arus bit mentah (tidak diproses).
Physical layer memiliki empat karakteristik penting, antara lain :
o Mekanis. Berkaitan dengan properti fisik dari interface ke
media transmisi.
o Elektris. Berkaitan dengan tampilan bit-bit, misalnya dalam hal
besar voltase dan laju transmisi bit.
o Fungsional. Menentukan fungsi-fungsi yang ditampilkan oleh
sirkuit tunggal dari interface fisik antara sebuah sistem dengan
media transmisi.
11/13
o Prosedural. Menentukan rangkaian kejadian dimana arus bit
berpindah melalui medium fisik.

Lapisan-lapisan pada OSI
Perbedaan Antara Model Referensi OSI dan TCP/IP
Persamaan dari kedua model, OSI dan TCP/IP, adalah bahwa keduanya
didasarkan pada konsep tumpukan (stack) protokol yang tidak saling
tergantung. Demikian juga, fungsi dari masing-masing layer yang dimiliki
kedua model kurang lebih sama. Pada kedua model, layer yang berada di
atas transport layer adalah pengguna-pengguna layanan transport yang
berorientasi aplikasi.



Perbandingan Layer pada OSI dan TCP/IP
Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP menjadi jelas pada tiga konsep
sentral yang ada pada model OSI, yaitu :
• Layanan (services), setiap layer membentuk sejumlah service bagi
layer-layer di atasnya. Definisi service menyatakan tentang apa
yang dikerjakan layer, bukan tentang entity atau tentang
bagaimana layer bekerja.
• Antarmuka (interface), menjelaskan proses-proses di atasnya atau
cara mengaksesnya. Interface layer menetapkan parameterparameter
dan hasil yang diharapkan. Interface layer tidak
menyatakan tentang cara layer bekerja.
• Protokol, peer-protokol yang digunakan oleh sebuah layer
merupakan urusan layer itu sendiri. Layer dapat menggunakan
sembarang protokol sesuai dengan yang diinginkannya.
Pada model OSI, ketiga konsep tersebut dibedakan dengan jelas.
Sedangkan, pada model TCP/IP tidak membedakan dengan jelas layanan,
interface dan protokol. Akibatnya, protokol model OSI lebih tersembunyi
dengan baik daripada model TCP/IP dan dapat diganti dengan mudah.
Kemudahan tersebut merupakan salah satu tujuan memiliki protokol berlayer.
Model referensi OSI telah dibuat sebelum protokol ditemukan. Akibatnya,
model ini tidak dibiasakan ke serangkaian protokol tertentu dan menjadi
sangat umum. Pada saat orang mulai membangun jaringan yang
sebenarnya dengan menggunakan model OSI dan protokol-protokol yang
sudah ada, didapati bahwa mereka tidak memenuhi spesifikasi layanan
yang diperlukan. Karena itu, kemudian dicangkokkan sublayer konvergensi
ke model sehingga layanan bisa diperoleh. Dengan semakin
berkembangnya jaringan, maka model OSI malah mengalami kesulitan untuk
berkembang.
Dengan TCP/IP; protokol telah ada terlebih dahulu dan model benarbenar
hanya merupakan layanan diskripsi dari protokol yang sudah ada.
Sehingga tidak ada penyesuaian antara model dengan protokol.
Masalahnya adalah bahwa model tidak dapat dipasangkan dengan stackstack
protokol lainnya. Akibatnya, tidak begitu bermanfaat untuk jaringan
selain TCP/IP.
Perbedaan yang paling tampak antara kedua model adalah pada
jumlah layer. OSI memiliki tujuh layer, sedangkan TCP/IP memiliki empat layer.
Keduanya memiliki network layer, transport layer dan application layer ,
sedangkan layer-layer lainnya berbeda.
Model OSI mendukung kedua komunikasi, komunikasi conectionless dan
komunikasi connection-oriented, pada network layer, tetapi hanya
komunikasi connection oriented saja yang berada pada transport layer.
Model TCP/IP hanya memiliki satu mode saja dalam network layer
(connectionless) tetapi mendukung keduanya pada transport layer,
sehingga memberikan pilihan kepada pengguna.
13/13
Kritik Bagi Model OSI
Alasan OSI menjadi tidak populer adalah karena baik model maupun
protokolnya dianggap cacat. Pada model OSI, session layer mempunyai
sedikit manfaat bagi aplikasi, dan presentation layer hampir kosong.
Sedangkan, data link layer dan network layer begitu penuh sehingga
tugasnya harus dibagi-bagi menjadi sublayer-sublayer yang masing-masing
mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Model OSI bersama-sama dengan definisi
layanan dan protokol-protocok yang terkait sangatlah rumit. Layanan dan
protokolnya sulit untuk diterapkan dan tidak efisien dalam operasi. Beberapa
fungsi seperti pengalamatan, pengendalian aliran, pengendalian error
berulang-uleng muncul dalam layer-layernya, sehingga tidak efektif. Karena
model dan protokolnya sangat rumit, maka implementasinya akan sulit
diterapkan dan lambat.
Kritik Bagi Model TCP/IP
Masalah pada model TCP/IP adalah tidak dengan jelas membedakan
konsep layanan, interface dan protokol. Akibatnya, model TCP/IP tidak
dapat dijadikan pedoman untuk perencanaan jaringan baru karena
spesifikasinya dan implementasinya selalu berubah-ubah. Model TCP/IP tidak
dapat berlaku secara umum dan sulit digunakan untuk menjelaskan stack
protokol selain protokol TCP/IP itu sendiri.
Host-to-layer pada model ini sebenarnya sama sekali bukan layer bila
didasarkan pada pandangan yang menyatakan bahwa istilah tersebut
digunakan dalam konteks protokol berlayer. Host-to-network sebenarnya
merupakan interface yang terletak antara network layer dan data link layer.
Sehingga dalam hal ini terjadi campur aduk antara interface dengan layer.
Model TCP/IP tidak membedakan antara data link layer dengan physical
layer. Physical layer berhubungan dengan karakteristik transmisi, sedangkan
data link layer bertugas membatasi frame awal dan frame akhir dan
membawanya dari suatu tempat ke tempat lain.

Model-model Komunikasi

Model-model Komunikasi

A. Model Komunikasi
Fungsi dasar dari sistem komunikasi adalah menjalankan pertukaran
data/informasi antara dua pihak. Bagian-bagian dari sistem komunikasi, yaitu
  • Sumber (source). Contohnya telephone dan PC.
  • Transmitter. Bertugas memindahkan dan menandai informasi dengan cara menghasilkan sinyal-sinyal elektromagnetik yang dapat ditransmisikan melewati beberapa sistem transmisi yang berurutan. Contohnya adalah modem.
  • Sistem/media transmisi. Sistem ini berupa jalur transmisi tunggal (single transmission line) atau berupa jaringan kompleks (complex network) yang bertugas menghubungkan antara sumber (source) dengan tujuannya (destination).
  • Receiver. Bertugas menerima sinyal dari sistem transmisi dan menghubungkannya ke tujuan.
  • Tujuan (destination).


Blok Diagram Sistem Komunikasi



Contoh Sistem Komunikasi

Beberapa hal yang dilakukan dalam komunikasi data, antara lain:
  • Transmission system utilization. Merujuk pada efisiensi penggunaan fasilitas transmisi yang terdiri dari beberapa perangkat komunikasi. Teknik yang digunakan seperti multiplexing dan congestion control, yaitu teknik untuk menjamin agar sistem tidak sampai kewalahan dibanjiri oleh permintaan yang berlebihan terhadap layanan transmisinya.
  • Interfacing. Agar dapat berhubungan, perangkat keras yang digunakan harus disesuaikan dengan sistem transmisi yang dipakai. Bentuk interface yang digunakan disesuaikan dengan jenis media dan sinyal yang dipancarkan.
  • Pembangkit sinyal. Agar proses komunikasi dapat berlangsung, maka sinyal harus memadai untuk disebarkan melalui sistem transmisi dan mampu dibaca oleh receiver. Pembangkit sinyal harus dapat membangkitkan sinyal yang cukup kuat untuk ditransmisikan agar dapat mencapai receiver. Terdapat beberapa aturan yang mengatur kekuatan suatu sinyal yang dibangkitkan. Misalnya, untuk sinyal 2.4 GHz, maksimum power yang diperbolehkan adalah 100 mW.
  • Sinkronisasi. Dilakukan agar tidak ada data yang hilang selama proses transmisi. Sinkronisasi dilakukan sejak awal komunikasi antara transmitter dan receiver. Sinkronisasi menunjukkan bagian awal dan akhir dari data yang ditransmisikan.
  • Menejemen pertukaran (exchange management) agar komunikasi berlangsung baik, dibutuhkan kerjasama antara pihak-pihak yang melakukan komunikasi. Manajemen pertukaran diperlukan untuk memastikan data telah sampai kepada tujuannya dengan selamat.
  • Deteksi error dan koreksi. Untuk memastikan konsistensi dari data (data yang dikirimkan sama dengan data yang diterima) diperlukan deteksi error. Jika data yang diterima mengalami perubahan (terjadi error), maka diperlukan tindakan-tindakan untuk melakukan koreksi terhadap data tersebut. Jika koreksi tidak berhasil maka harus diminta pengiriman ulang data tersebut.
  • Flow control. Untuk memastikan bahwa data dari sumber tidak akan membanjiri tujuan.

Konsep dasar yang digunakan dalam komunikasi data, antara lain :
  • Pengalamatan (addressing). Ketika sebuah sistem komunikasi dibagi oleh lebih dari 2 alat, maka sumber harus dapat menunjukkan identitas dari tujuan yang dimaksud.
  • Routing. Sebuah sistem transmisi harus memastikan bahwa sistem tujuan mampu menerima data. Untuk sistem dengan banyak sistem transmisi, rute khusus diperlukan dalam jaringan tersebut.
  • Recovery. Diperlukan bila ketika proses pertukaran informasi terjadi kegagalan dalam sistem. Recovery diperlukan untuk melanjutkan kegiatan pada saat proses terhenti dan memperbaiki atau memulihkan kondisi sistem kembali ke keadaan semula.
  • Message formatting. Kesepakatan antara sumber dan tujuan mengenai bentuk data ketika data tersebut ditransmisikan.
  • Security. Memastikan bahwa data benar-benar sampai pada receiver yang dituju dari sumbernya tanpa adanya perubahan informasi saat transmisi.
Jenis teknologi transmisi
  • Jaringan Broadcast
Jaringan broadcast memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama-sama oleh semua mesin yang ada pada jaringan. Paket data dikirimkan ke semua mesin yang terhubung dengan jaringan. Field alamat pada paket berisi keterangan dari tujuan peket tersebut dikirim. Saat menerime sebuah paket, mesin akan mengecek field alamat. Bila paket tersebut ditujukan untuk dirinya maka paket tersebut akan diproses; bila paket ditujukan pada mesin yang lainnya,
maka paket tersebut akan diabaikan. Saat paket berkode khusus dikirimkan, paket akan diterima dan diproses oleh semua mesin yang ada pada jaringan. Operasi ini disebut dengan broadcasting. Sistem broadcast yang menunjang transmisi ke subset mesin disebut multicasting. Multicasting memungkinkan dibaginya mesin-mesin menjadi beberapa group. Paket yang dikirimkan ke sebuah group akan diterima dan diproses oleh semua mesin dalam group tersebut.
  • Jaringan Point-to-Point
Jaringan point-to-point terdiri dari beberapa hubungan pasangan individu dari mesin-mesin. Paket akan melalui satu atau lebih mesinmesin perantara untuk mencapai tujuannya. Karena itu algoritma routing sangat penting pada jaringan point-to-point.

Macam transfer data :
  1. Simplex communication, data hanya bergerak satu arah
  2. Half-duplex communication, sebagian data bergerak pada kedua arah , akan tetapi tidak bisa secara simultan.
  3. Full-duplex, data dapat berpindah pada kedua arah pada saat yang sama.
B. Jaringan Komunikasi Data
Diklasifikasikan :
1. Wide Area Network (WAN)
WAN mencakup area geografis yang luas, biasanya terdiri dari sejumlah node/persimpangan penghubung. Transmisi diarahkan melalui node-node tersebut menuju tujuan yang hendak dicapai. Node ini tidak berkaitan dengan isi data, melainkan untuk menyediakan fasilitas switching. Implementasi WAN menggunakan satu dari dua teknologi berikut, yaitu circuit switching dan packet switching. Selain itu, dipakai juga frame relay dan jaringan ATM.
  • Circuit switching : Jalur komunikasi dibangun diantara dua sation, melewati node. Jalur atau line adalah rangkaian jaringan fisik yang terhubung diantara 2 node. Data yang dikirimkan oleh sumber ditransmisikan sepanjang jalur secepat mungkin, tanpa mengalami penundaan sama sekali. Contoh dari circuit switching adalah jaringan telepon.
  • Packet switching Pada packet switching. Data dikirim dengan menggunakan rangkaian potongan-potongan kecil secara berurutan, yang disebut dengan packet. Masing-masing packet melewati jaringan dari satu node ke node yang lain sampai ke tujuannya. Pada setiap node, seluruh paket diterima, disimpan dan ditransmisikan ke nde berikutnya. Jaringan packet switching biasanya digunakan untuk komunikasi dari terminal ke komputer dan komputer ke komputer.
  • Frame relay. Packet switching yang digunakan pada transmisi jarak jauh menunjukka rate error yang relatif tinggi. Untuk mengatasinya, ditambahkan muatan overhead yang ditambahkan ke paket. Overhead meliputi bit-bit tambahan yang ditambahkan ke masing-masing paket untuk mendetaksi dan menghindari kesalahan. Masalahnya, apabila setiap node menambahkan overhead untuk paket yang melewatinya, maka ukuran paket akan membesar. Semakin panjang transmisinya, semakin banyak node yang dilewati, data akan semakin besar. Frame relay dikembangkan agar dapat dioperasikan secara efisien pada rate data user sampai 2 Mbps. Kuncinya adalah dengan membuang kebanyakan overhead yang berkaitan dengan kendali kesalahan.
  • ATM (Asynchronous Transfer Mode). Perbedaan antara frame relay dengan ATM adalah bahwa frame relay menggunakan variabellength packet yang disebut frame. Sedangkan ATM menggunakan fixed-length packet yang disebut cell. ATM dirancang agar mampu bekerja dalam range 10 dan 100 Mbps serta untuk range Gbps.
  • ISDN (Integrated Sevices Digital Network). ISDN dirancang untuk menggantikan jaringan telekomunikasi publik yang ada. ISDN ditentukan oleh penggunaan interface dan diimplementasikan sebagai suat rangkaian switch digital dan jalur yang mendukung berbagai jenis traffic. Generasi pertama ISDN dikenal dengan narrowband ISDN, didasarkan penggunaan kanal 64 kbps sebagai unit dasar dari switcing dengan orientasi circuit switching. Generasi kedua dikenal dengan broadband ISDN, mendukung kecepatan data 100-an Mbps dan berorientasi pada packet switching.
2. Local Area Network (LAN)
Perbedaan utam antara LAN dengan WAN, yaitu ;
  • Lingkup LAN lebih kecil.
  • Tingkat kecepatan data internal LAN biasanya lebih besar dari WAN
  • LAN biasanya menggunakan pendekatan jaringan broadcast lebih daripada pendekatan switching. Pada jaringan broadcast tidak ada node penengah. Sehinggan transmisis dari satu station disiarkan dan diterima oleh seluruh station yang terhubung. Data biasanya ditransmisikan dalam bentuk packet.