13 December, 2010

Model-model Komunikasi

Model-model Komunikasi

A. Model Komunikasi
Fungsi dasar dari sistem komunikasi adalah menjalankan pertukaran
data/informasi antara dua pihak. Bagian-bagian dari sistem komunikasi, yaitu
  • Sumber (source). Contohnya telephone dan PC.
  • Transmitter. Bertugas memindahkan dan menandai informasi dengan cara menghasilkan sinyal-sinyal elektromagnetik yang dapat ditransmisikan melewati beberapa sistem transmisi yang berurutan. Contohnya adalah modem.
  • Sistem/media transmisi. Sistem ini berupa jalur transmisi tunggal (single transmission line) atau berupa jaringan kompleks (complex network) yang bertugas menghubungkan antara sumber (source) dengan tujuannya (destination).
  • Receiver. Bertugas menerima sinyal dari sistem transmisi dan menghubungkannya ke tujuan.
  • Tujuan (destination).


Blok Diagram Sistem Komunikasi



Contoh Sistem Komunikasi

Beberapa hal yang dilakukan dalam komunikasi data, antara lain:
  • Transmission system utilization. Merujuk pada efisiensi penggunaan fasilitas transmisi yang terdiri dari beberapa perangkat komunikasi. Teknik yang digunakan seperti multiplexing dan congestion control, yaitu teknik untuk menjamin agar sistem tidak sampai kewalahan dibanjiri oleh permintaan yang berlebihan terhadap layanan transmisinya.
  • Interfacing. Agar dapat berhubungan, perangkat keras yang digunakan harus disesuaikan dengan sistem transmisi yang dipakai. Bentuk interface yang digunakan disesuaikan dengan jenis media dan sinyal yang dipancarkan.
  • Pembangkit sinyal. Agar proses komunikasi dapat berlangsung, maka sinyal harus memadai untuk disebarkan melalui sistem transmisi dan mampu dibaca oleh receiver. Pembangkit sinyal harus dapat membangkitkan sinyal yang cukup kuat untuk ditransmisikan agar dapat mencapai receiver. Terdapat beberapa aturan yang mengatur kekuatan suatu sinyal yang dibangkitkan. Misalnya, untuk sinyal 2.4 GHz, maksimum power yang diperbolehkan adalah 100 mW.
  • Sinkronisasi. Dilakukan agar tidak ada data yang hilang selama proses transmisi. Sinkronisasi dilakukan sejak awal komunikasi antara transmitter dan receiver. Sinkronisasi menunjukkan bagian awal dan akhir dari data yang ditransmisikan.
  • Menejemen pertukaran (exchange management) agar komunikasi berlangsung baik, dibutuhkan kerjasama antara pihak-pihak yang melakukan komunikasi. Manajemen pertukaran diperlukan untuk memastikan data telah sampai kepada tujuannya dengan selamat.
  • Deteksi error dan koreksi. Untuk memastikan konsistensi dari data (data yang dikirimkan sama dengan data yang diterima) diperlukan deteksi error. Jika data yang diterima mengalami perubahan (terjadi error), maka diperlukan tindakan-tindakan untuk melakukan koreksi terhadap data tersebut. Jika koreksi tidak berhasil maka harus diminta pengiriman ulang data tersebut.
  • Flow control. Untuk memastikan bahwa data dari sumber tidak akan membanjiri tujuan.

Konsep dasar yang digunakan dalam komunikasi data, antara lain :
  • Pengalamatan (addressing). Ketika sebuah sistem komunikasi dibagi oleh lebih dari 2 alat, maka sumber harus dapat menunjukkan identitas dari tujuan yang dimaksud.
  • Routing. Sebuah sistem transmisi harus memastikan bahwa sistem tujuan mampu menerima data. Untuk sistem dengan banyak sistem transmisi, rute khusus diperlukan dalam jaringan tersebut.
  • Recovery. Diperlukan bila ketika proses pertukaran informasi terjadi kegagalan dalam sistem. Recovery diperlukan untuk melanjutkan kegiatan pada saat proses terhenti dan memperbaiki atau memulihkan kondisi sistem kembali ke keadaan semula.
  • Message formatting. Kesepakatan antara sumber dan tujuan mengenai bentuk data ketika data tersebut ditransmisikan.
  • Security. Memastikan bahwa data benar-benar sampai pada receiver yang dituju dari sumbernya tanpa adanya perubahan informasi saat transmisi.
Jenis teknologi transmisi
  • Jaringan Broadcast
Jaringan broadcast memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama-sama oleh semua mesin yang ada pada jaringan. Paket data dikirimkan ke semua mesin yang terhubung dengan jaringan. Field alamat pada paket berisi keterangan dari tujuan peket tersebut dikirim. Saat menerime sebuah paket, mesin akan mengecek field alamat. Bila paket tersebut ditujukan untuk dirinya maka paket tersebut akan diproses; bila paket ditujukan pada mesin yang lainnya,
maka paket tersebut akan diabaikan. Saat paket berkode khusus dikirimkan, paket akan diterima dan diproses oleh semua mesin yang ada pada jaringan. Operasi ini disebut dengan broadcasting. Sistem broadcast yang menunjang transmisi ke subset mesin disebut multicasting. Multicasting memungkinkan dibaginya mesin-mesin menjadi beberapa group. Paket yang dikirimkan ke sebuah group akan diterima dan diproses oleh semua mesin dalam group tersebut.
  • Jaringan Point-to-Point
Jaringan point-to-point terdiri dari beberapa hubungan pasangan individu dari mesin-mesin. Paket akan melalui satu atau lebih mesinmesin perantara untuk mencapai tujuannya. Karena itu algoritma routing sangat penting pada jaringan point-to-point.

Macam transfer data :
  1. Simplex communication, data hanya bergerak satu arah
  2. Half-duplex communication, sebagian data bergerak pada kedua arah , akan tetapi tidak bisa secara simultan.
  3. Full-duplex, data dapat berpindah pada kedua arah pada saat yang sama.
B. Jaringan Komunikasi Data
Diklasifikasikan :
1. Wide Area Network (WAN)
WAN mencakup area geografis yang luas, biasanya terdiri dari sejumlah node/persimpangan penghubung. Transmisi diarahkan melalui node-node tersebut menuju tujuan yang hendak dicapai. Node ini tidak berkaitan dengan isi data, melainkan untuk menyediakan fasilitas switching. Implementasi WAN menggunakan satu dari dua teknologi berikut, yaitu circuit switching dan packet switching. Selain itu, dipakai juga frame relay dan jaringan ATM.
  • Circuit switching : Jalur komunikasi dibangun diantara dua sation, melewati node. Jalur atau line adalah rangkaian jaringan fisik yang terhubung diantara 2 node. Data yang dikirimkan oleh sumber ditransmisikan sepanjang jalur secepat mungkin, tanpa mengalami penundaan sama sekali. Contoh dari circuit switching adalah jaringan telepon.
  • Packet switching Pada packet switching. Data dikirim dengan menggunakan rangkaian potongan-potongan kecil secara berurutan, yang disebut dengan packet. Masing-masing packet melewati jaringan dari satu node ke node yang lain sampai ke tujuannya. Pada setiap node, seluruh paket diterima, disimpan dan ditransmisikan ke nde berikutnya. Jaringan packet switching biasanya digunakan untuk komunikasi dari terminal ke komputer dan komputer ke komputer.
  • Frame relay. Packet switching yang digunakan pada transmisi jarak jauh menunjukka rate error yang relatif tinggi. Untuk mengatasinya, ditambahkan muatan overhead yang ditambahkan ke paket. Overhead meliputi bit-bit tambahan yang ditambahkan ke masing-masing paket untuk mendetaksi dan menghindari kesalahan. Masalahnya, apabila setiap node menambahkan overhead untuk paket yang melewatinya, maka ukuran paket akan membesar. Semakin panjang transmisinya, semakin banyak node yang dilewati, data akan semakin besar. Frame relay dikembangkan agar dapat dioperasikan secara efisien pada rate data user sampai 2 Mbps. Kuncinya adalah dengan membuang kebanyakan overhead yang berkaitan dengan kendali kesalahan.
  • ATM (Asynchronous Transfer Mode). Perbedaan antara frame relay dengan ATM adalah bahwa frame relay menggunakan variabellength packet yang disebut frame. Sedangkan ATM menggunakan fixed-length packet yang disebut cell. ATM dirancang agar mampu bekerja dalam range 10 dan 100 Mbps serta untuk range Gbps.
  • ISDN (Integrated Sevices Digital Network). ISDN dirancang untuk menggantikan jaringan telekomunikasi publik yang ada. ISDN ditentukan oleh penggunaan interface dan diimplementasikan sebagai suat rangkaian switch digital dan jalur yang mendukung berbagai jenis traffic. Generasi pertama ISDN dikenal dengan narrowband ISDN, didasarkan penggunaan kanal 64 kbps sebagai unit dasar dari switcing dengan orientasi circuit switching. Generasi kedua dikenal dengan broadband ISDN, mendukung kecepatan data 100-an Mbps dan berorientasi pada packet switching.
2. Local Area Network (LAN)
Perbedaan utam antara LAN dengan WAN, yaitu ;
  • Lingkup LAN lebih kecil.
  • Tingkat kecepatan data internal LAN biasanya lebih besar dari WAN
  • LAN biasanya menggunakan pendekatan jaringan broadcast lebih daripada pendekatan switching. Pada jaringan broadcast tidak ada node penengah. Sehinggan transmisis dari satu station disiarkan dan diterima oleh seluruh station yang terhubung. Data biasanya ditransmisikan dalam bentuk packet.

07 December, 2010

perintah SQL

Semua perintah SQL dibagi dalam 2 kategori besar sesuai fungsinya, yaitu :
  • DDL - Data Definition Language
  • DML - Data Manipulation Language
  • DCL - Data Control Language

DDL - Data Definition Language

DDL adalah kumpulan perintah SQL yang dapat digunakan untuk membuat dan mengubah struktur dan definisi tipe data dari objek-objek database seperti tabel, index, trigger, view, dan lain-lain.

Contoh :

-- Perintah berikut akan membuat table pada database kita dengan nama "ms_karyawan"
CREATE TABLE `ms_karyawan` (
`kode_cabang` varchar(10) default NULL,
`kode_karyawan` varchar(10) NOT NULL,
`nama_depan` varchar(8) default NULL,
`nama_belakang` varchar(9) default NULL,
`jenis_kelamin` varchar(1) default NULL,
PRIMARY KEY (`kode_karyawan`)
)

Beberapa daftar Perintah DDL pada MySQL 5.0 adalah sebagai berikut :

  • Pembuatan (CREATE)
    • CREATE DATABASE
    • CREATE FUNCTION
    • CREATE INDEX
    • CREATE PROCEDURE
    • CREATE TABLE
    • CREATE TRIGGER
    • CREATE VIEW
  • Perubahan (ALTER & RENAME)
    • ALTER DATABASE
    • ALTER FUNCTION
    • ALTER PROCEDURE
    • ALTER TABLE
    • ALTER VIEW
    • RENAME TABLE
  • Penghapusan (DROP)
    • DROP DATABASE
    • DROP FUNCTION
    • DROP INDEX
    • DROP PROCEDURE
    • DROP TABLE
    • DROP TRIGGER
    • DROP VIEW

Tabel Matrix Perintah DDL MySQL 5.0

Object / Operation CREATE ALTER DROP RENAME
DATABASE YesYes
Yes
FUNCTION Yes Yes Yes
INDEX Yes Yes
PROCEDURE Yes Yes Yes
TABLE Yes Yes Yes Yes
TRIGGER Yes Yes
VIEW Yes Yes Yes

DML - Data Manipulation Language

DML adalah kumpulan perintah SQL yang berhubungan dengan pekerjaan mengolah data di dalam table - dan tidak terkait dengan perubahan struktur dan definisi tipe data dari objek database seperti table, column, dan sebagainya.

Contoh DML : Mengambil Seluruh Row Data dari table MS_KARYAWAN

SELECT *
FROM `ms_karyawan`


Contoh DML : Memasukkan data ke dalam tabel ms_karyawan

INSERT INTO `ms_karyawan`(
`kode_cabang`,
`kode_karyawan`,
`nama_depan`,
`nama_belakang`,
`jenis_kelamin`)
VALUES ('cab-001','kar-001','Feris','Thia','Laki-laki');

Beberapa daftar Perintah DML MySQL 5.0

  • CALL
  • DELETE
  • DO
  • HANDLER
  • INSERT
  • LOAD DATA INFILE
  • REPLACE
  • SELECT
  • TRUNCATE
  • UPDATE
DCL - Data Control Language
DCL merupakan sub bahasa untuk mengendalikan struktur internal basisdata, DCL untuk
menyesuaikan sistem agar supaya lebih efisian dan DCL sangat bergantung pada vendor.

- Untuk mengatur hak akses user
GRANT : memberi hak akses pada tabel tertentu.
REVOKE : mencabut hak akses pada tabel tertentu.

ERD

ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.

ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu :

  1. Entiti

Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.

  1. Atribut

Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.

  1. Hubungan / Relasi

Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut :

Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu (Abdul Kadir, 2002: 48) :

1). Satu ke satu (One to one)

Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.

2). Satu ke banyak (One to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

3). Banyak ke banyak (Many to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.

05 December, 2010

MEMBANGUN CBIS

MEMBANGUN CBIS

Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer Merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yangberkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.

OBSERVASI
  • Dilakukan kajian secara menyeluruh serta mendalam terhadap kegiatan sistem pengolahan data dan sistem yang saat ini sedang berjalan.
  • Perlu diketahui secara tepat mengenai bentuk sistem informasi yang bagaimanakah yang dikehendaki oleh manajemen

Teknik OBSERVASI
  • Diperlukan beberapa alat dan teknik pengumpulan data yang antara lain meliputi pengamatan (observasi) langsung, wawancara, kuesioner dan pengambilan sampling dokumen.
  • Harus dicapai suatu kesepakatan mengenai sifat permasalahan yang ada dan juga mengenai hal-hal yang harus dipenuhi oleh sistem baru nantinya.
  • Memerlukan tingkat kompromi yang tinggi : seorang sistem analis harus cukup tanggap terhadap pendapat pihak lain.
  • Seorang sistem analis harus cukup tanggap terhadap pendapat pihak lain dan harus memiliki kemampuan sebagai seorang negosiator yang dapat berdiplomasi dengan baik
Studi Kelayakan
Menilai apakah sistem memang layak untuk dikembangkan ditinjau dari berbagai sisi
  1. Kelayakan ekonomi (echonomical feasibility)
  2. Kelayakan operasi (operational feasibility)
  3. Kelayakan teknik (technical feasibility)
  4. Kelayakan jadwal (schedule feasibility)
  5. Kelayakan hukum (law feasibility).


1.Kelayakan ekonomi (echonomical feasibility)
  • Dinilai dari dua hal pokok yaitu biaya dan manfaat. Sistem akan dikatakan menguntungkan atau layak secara ekonomi jika manfaat yang diberikan oleh sistem lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan sistem.
  • Banyak perhitungan yang harus dilakukan secara rinci dan memberikan asumsi-asumsi yang tepat .
====> Akibat terhadap harga pokok produksi (HPP)
====> Kesehatan finansiial perusahaan
====> Pengaruh resistance to change dalam diri para karyawan pada produktifitas

2. Kelayakan operasi (operational feasibility)
Mencakup kesepakatan semua perangkat sistem termasuk sumber daya manusia untuk bersedia menjalankan sistem, user interface atau kemampuan interaktifitas program komputer yang digunakan dalam sistem serta kualitas informasi yang dihasilkan.

Beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan dan diteliti dalam kelayakan ini misalnya :
  • Kemungkinan adanya keengganan pemakai untuk meninggalkan sistem lama (tradisioal) yang telah ditekuni selama bertahun-tahun.
  • Kemungkinan bahwa sistem yang terlalu rumit sehingga sulit untuk dijalankan oleh operator.
  • Kemungkinan terjadi kesulitan melakukan pengendalian terhadap sistem oleh pihak manajemen.
  • Kualitas informasi yang dihasilkan sistem apakah sudah cukup memuaskan pemakanya?
3. Kelayakan teknik (technical feasibility)
“apakah teknologi yang ada dapat diterapkan pada sistem?”

  • Ketersediaan teknologi di pasaran
Sebagai contoh jika kita akan mengimplementasikan sebuah sistem realtime berbasis jaringan komputer, apakah teknologi yang ada sekarang cukup dapat men-suplay keperluan tersebut?
  • Ketersediaan ahli yang mengoperasikannya
ketersediaan sumber daya manusia yang mengoperasikan serta memelihara sistem


4. Kelayakan jadwal (schedule feasibility)
“ Apakah sistem dapat dikembangan sesuai waktu yang ditetapkan sesuai kebutuhan sistem. “
  • Ketika perancang sistem mengajukan proposal pembuatan sistem, mestinya ada tawaran tentang waktu implementasi sistem.
  • Waktu tersebut mencakup tahap analisis, desain, implementasi, instalasi, testing, debugging sampai launching sistem.
5. Kelayakan hukum (law feasibility).
“ peninjauan kembali hal-hal yang menyangkut penerapan sistem dan dampak yang ditimbulkan”

  • Apakah program dan perangkat yang digunakan dalam sistem adalah program legal?
sebagai contoh, kalau kita menggunakan sistem operasi komputer berbasis Microsoft Windows, maka apakah lisensi dari Microsoft telah didapatkan? Atau mungkin akan lebih tepat jika menggunakan sistem operasi open source seperti linux yang bebas lisensi?
  • Bagaimana perjanjian tentang proyek implementasi sistem ? Apakah ada kekuatan hukumnya?

Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen

Kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua tingkat manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian

Tingkat-tingkat Manajemen
1. Tingkat Perencanaan Strategis (strategic planning level).
  • Presiden dan wakil presiden, direktur, rektor.
  • Keputusan manajer pada tingkat ini sering kali memiliki dampak pada keseluruhan organisasi selama bertahun-tahun kemudian.
2. Tingkat Kendali Manajemen (managemen control level)
  • Manajer regional, direktur produk, dan kepala divisi.
  • Memiliki tanggung jawab untuk menjalankan rencana dan memastikan tercapainya tujuan. Terkadang disebut juga tingkat taktis
3. Tingkat Kendali Operasional (operasional control level)
  • Meliputi kepala departemen, penyelia, dan pimpinan proyek-orang-orang yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan rencana yang ditentukan oleh manajer di tingkat yang lebih tinggi.

SIM Untuk Semua Tingkat Manajemen


Pengaruh Tingkat Manjemen Pada Sumber Informasi

Manajer ditingkat perencanaan strategis menempatkan penekanan yang lebih besar pada informasi lingkungan daripada manajer di tingkat lebih rendah, dan manajer ditingkat kendali operasional mengganggap informasi internal adalah yang paling vital.


Pengaruh Tingkat Manjemen Pada Bentuk Informasi

Manajer tingkat perencanaan strategis lebih menyukai informasi dalam bentuk rangkuman, sedangkan manajer tingkat kendali operasional lebih menyukai informasi yang lebih terinci.


Peranan Informasi dalam Pemecahan Masalah Manajemen

Pemecahan Masalah dan Pengambilan keputusan

  • Masalah : Kondisi atau peristiwa yang merugikan/menguntungkan atau memiliki potensi untuk merugikan/menguntungkan bagi organisasi.
  • Hasil dari pemecahan masalah adalah SOLUSI.
  • Selama proses pemecahan masalah, manajer akan terlibat dalam pengambilan keputusan yaitu tindakan memilih dari berbagai alternatif tindakan.
  • Keputusan adalah tindakan tertentu yang dipilih.
  • Biasanya, pemecahan masalah membutuhkan beberapa keputusan.

Tahapan Pemecahan Masalah


Masa depan Teknologi Informasi-1

=> Masa depan TI didorong oleh biaya yang rendah dan meningkatnya kekuatan komputer maupun komunikasi.
  • Kekuatan komputer diukur dalam kecepatan pemrosesan, kapasitas penyimpanan data, dan keragaman alat input dan output.
  • Kekuatan komunikasi diukur oleh biaya dan kecepatan transmisi data.
=> Komputasi akan rendah biaya, berukuran kecil, bergerak, dan terhubung.


Sikap Manajemen

Untuk mengambil keuntungan dari segala kemungkinan perkembangan teknologi informasi maka manajer harus belajar untuk menerapkan sistem informasi ke dalam pengambilan keputusan.

04 December, 2010

SISTEM INFORMASI

SISTEM INFORMASI

Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi. Sistem informasi menerima masukkan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai instruksi, dan mengeluarkan hasilnya.

Sistem informasi dalam suatu organisasi mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu laporan-laporan yang diperlukan.

Sistem informasi adalah suatu cara tertentu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses dan untuk organisasi bisnis dengan cara yang menguntungkan.


KOMPONEN SISTEM INFORMASI


informasi memiliki komponen – komponen yang saling ber integrasi membentuk satu kesatuan dalam mencapai sasaran sistem.
  • Blok masukkan (input block), meliputi metode – metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan.
  • Blok model (model block), terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang berfungsi memanipulasi data.
  • Blok keluaran (output block), berupa data – data keluaran seperti dokumen output dan informasi yang berkualitas.
  • Blok teknologi (technology block), komponen Bantu yang memperlancar proses pengolahan yang terjadi dalam system.
  • Blok basis data (database block), merupakan kumpulan data yang berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan perangkat lunak yang memanipulasinya.
  • Blok kendali (controls block), meliputi masalah pengendalian terhadap operasional sistem yang berfungsi mencegah dan menangani kesalahan / kegagalan sistem



PERANGKAT SISTEM INFOMASI
  1. Hardware
  2. Software
  3. Data
  4. Prosedur
  5. Manusia
  • Clerical Personnel : operator
  • First Level Manager
  • Staff Specialist
  • Management


PENGELOLA SISTEM INFORMASI
  • Manajemen Level Atas, untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.
  • Manajemen Level Menengah, untuk perencanaan taktis dan pengambilan keputusan.
  • Manajemen Level bawah, untuk perencanaa dan pengawasan operasi dan pengambilan keputusan.
  • Operator, untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan


Organisasi Sistem Informasi-1



Organisasi Sistem Informasi-2

Departemen PDE-kecil


Departemen PDE-besar


PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI
  • Akuntansi ( Accounting Information Systems )
  • Pemasaran ( Marketing Information Systems )
  • Penyediaan ( Inventory Information System )
  • Personalia ( Personnel Information System )
  • Distribusi ( Distribution Information System )
  • Pembelian ( Purchasing Information System )
  • Kekayaan ( Treasury Information System )
  • Analisis kredit (credit analysis information system )
  • Penelitiaan dan pengembangan ( reseach and development information system )
  • Teknik ( engineering information system )



Pengembangan SisFo
1. Metoda Tradisional
(System Defelopment Live Cycle)

2. Pendekatan Prototyping

3. Pembelian Paket Software Aplikasi

4. Oleh End User
  • Pengembangan sistem yang dilakukan oleh orang yang berperan dalam aktifitas bisnis.
  • End User Computing umumnya melibatkan pembuat sistem yang didesentalisasi, shg masing-masing bagian mempunyai departemen sisfo. mini.
  • Dapat mengurangi waktu pengembangan sistem

02 December, 2010

Informasi

INFORMASI

Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan


Siklus Informasi


KARAKTERISTIK INFORMASI
  • Benar atau salah
  • Baru
  • Tambahan
  • Korektif
  • Penegas


NILAI INFORMASI
1. Nilai suatu informasi berhubungan dengan keputusan
2. Parameter :
  • Manfaat (use)
  • Biaya (cost)


KUALITAS INFORMASI dipengaruhi oleh :
1. Relevansi (relevancy)
2. Akurasi (accuracy)
Kelengkapan (completeness) informasi
Kebenaran (correctness) informasi
Keamanan (security) informasi.
3. Tepat waktu (timeliness).

faktor lainnya :
  • Ekonomis (economy).
  • Efisien (efficiency).
  • Dapat dipercaya (reliability)
USIA INFORMASI

berdasarkan data kondisi,
> berhubungan dengan sebuah titik waktu
> Contoh : persediaan barang per 31 des 2002 dalam laporan inventory berdasarkan data operasi
> mencerminkan terjadinya perubahan data selama satu periode waktu
> laporan penjualan barang dalam seminggu dari tanggal 1 s/d 7 agust 2003

SISTEM

SISTEM

Sistem adalah Suatu Kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau sub sistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.

MODEL UMUM SISTEM


KARAKTERISTIK SISTEM


KLASIFIKASI SISTEM
1. Berdasarkan Wujud Fisik (Bentuk)
  • Physical : Sistem yang keberadaannya dapat dilihat secara fisik. Misalnya : perusahaan, komputer.
  • Non physical Sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak
    secara Fisik. Misalnya : sistem agama.
2. Berdasarkan Kejadian
  • Natural (alami) : Sistem yang terbentuk melalui proses alami. Misalnya : sistem tatasurya, pencernaan.
  • Human mode (buatan manusia) : Sistem yang dirancang dan dibangun oleh manusia
    yang melibatkan interaksi dengan mesin.
    Misalnya : sistem produksi di pabrik.
3. Berdasarkan Sifat
  • Sistem tertentu (deterministic system) : Sistem yang cara beroperasinya sudah dapat diprediksi, interaksi-interaksi didalamnya dapat dideteksi dengan pasti dan outputnya dapat diramalkan. Misalnya : pengolahan data (komputer).
  • Sistem tak tentu (Probabilistic) : Sistem yang outputnya tidak dapat diprediksi dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas.
4. Berdasarkan Metode
  • Closed ( tertutup) Sistem tertutup : sistem yang tidak berhubungan dengan dunia luar dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya (bekerja secara otomatis). Sebenarnya sistem tertutup tidak ada yang ada adalah relatif tertutup.
  • Open ( terbuka ) Sistem terbuka : Sistem yang mempunyai hubungan dengan dunia luar dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan ouput untuk subsistem yang lain.

Pengendalian Sistem