09 May, 2010

Pembagian Kekuasaan Di Negara RI

Pembagian Kekuasaan Di Negara RI



1. MPR ialah lembaga konstitutif sebagai badan yang merupakan penjelmaan seluruh rakyat indonesia. Tugas pokok fungsi dan Kewarganegaraan/ kekuasaan MPR ialah :
  • Menetapkan Undang-Undang Dasar.
  • Mengubah UUD.
  • Melatik Presiden dan Wakil Presiden.
2. DPR ialah lembaga legislatif yang mempunyai kekuasaan membentuk UU dan mengawasi pemerintah. Tugas pokok, fungsi dan kekuasaan DPR :
  • Membentuk Undang-Undang.
a. Hak inisiatif
=> Hak anggota DPR untuk mengajukan rancangan Undang-Undang.

b. Hak Amandemen
=> Hak anggota DPR untuk mengadakan, perubahan terhadap rancangan UU yang di ajukan oleh Pemerintah untuk disempurnakan

c. Hak Ratifikasi
=> Hak anggota DPR untuk menyetujui/ mengesahkan rancangan Undang-Undang yang berkaitan dengan perjanjian Internasional.

  • Mengawasi Pemerintahan
a. Hak Mengajukan Pertanyaan
=> Hak anggota DPR untuk mengajukan pertanyaan kepada pemerintah mengenai sesuatu hal.

b. Hak Interpelasi
=> Hak anggota DPR untukmeminta keterangan tentang kebijaksanaan suatu bidang dan pemerintahan wajib memberikan keterangan yang diminta oleh DPR tersebut di depan sidang pleno DPR.

c. Hak Angket
=> Hak anggota DPR untuk mengadakan penyelidikan terhadap hal-hal yang dirasa perlu untuk diketahui secara pasti terhadap pelaksanaan yang dilakukan oleh pemerintah mengenai suatu hal.


3. DPD ialah anggota Dewan Perwakilan Daerah dari tokoh-tokoh masyarakat yang dipilih melalui Pemilu. Setiap Provinsi di wakili 4 orang. Tugas pokok, fungsi dan kewenangan DPD ialah
=>> Memperjuangkan Otonomi daerahnya masing-masing, pengelolaan sumber daya alam, sumber daya ekonomi lainya serta memperjuangkan perimbangan keuangan Pusat dan Daerah.

4. Presiden adalah Lembaga Eksekutif yang berkedudukan sebagai kepala Negara dan juga sebagai Kepala Pemerintahan. Tugas pokok, fungsi dan kewenangan dari kekuasaan Presiden ialah
  • Kekuasaan Administratif yaitu kekuasaan melaksanakan UU.
  • Kekuasaan Legislatif yaitu kekuasaan mengajukan rancangan UU serta mengesahkannya.
  • Kekuasaan Yudikatif yaitu Kekuasaan untuk memberikan grasi, Abolisi, Amnesti, Rehabilitasi.
  • Kekuasaan Militer yaitu kekuasaan memimpin angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan angkatan kepolisian.
  • kekuasaan deplomatik yang berkenaan dengan hubungan luar negeri.

5. BPK ( Badan Pemeriksa Keuangan )
=> yaitu Lembaga Auditatif yang berwenang atau berkuasa melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan Keuangan Negara yang Bebas dan Mandiri.

6. Mahkamah Agung ialah Lembaga Yudikatif yang bebas dan Mandiri dari pengaruh dan campur tangan kekuasaan lainnya hanya berpijak kepada prinsip Hukum, Keadilan dan Hak Asasi Manusia.

7. Mahkamah Konstitusi ialah Lembaga yang berwenang/ Berkuasa mengadili tingkat pertama dan terakhir yang keputusannya bersifat Final untuk menguji UU terhadap UUD.
Tugas pokok, fungsi dan kewenangan/ Kekuasaan Konstitusi :
  • Memutuskan sengketa kewenangan antar Lembaga Kewarganegaraan.
  • Memutuskan perselisihan tentang hasil pemilu.
  • Memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggara yang dilakukan Presiden/ Wakil Presiden.
Pelanggaran Yang mungkin dilakukan oleh Presiden/ Wapres :
  1. Melanggar UUD.
  2. Melanggar UU.
  3. Melakukan KKN.
  4. Melakukan Perbuatan Tercela

Sistem Pemerintahan Negara RI

Sistem Pemerintahan Negara RI
  1. Negara Indonesia Berdasar atas Hukum ( RECHTSTAAT ) bukan berdasarkan atas kekuasaan berlaku ( MACHTAAT ) ini mengadung arti bahwa Negara, termasuk di dalamnya Pemerintah, Lebaga-lembaaga Negara yang lain dalam melaksanakan tindakan-tindakan apapun harus dilandasi oleh hukum/atas harus dapat dipertanggungjawabkan secara Hukum.
  2. Pemerintah berdasar atas sistem konstitusi, tidak bersifat absolutisme ( Kekuasaan Tidak Terbatas ) sistem ini memberikan ketegasan bahwa Pemerintah di kendalikan dan dibatasi oleh ketentuan Hukum yang merupakan Produk Konstitusional seperti Undang-Undang.
  3. Kekuasaan Negara yang tertinggi di tangan MPR karena ini DPR adalah pemegang kedaulatan negara sebagai badan yang menetapkan Undang-Undang dasar dan merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat.
  4. Presiden ialah penyelenggara Pemerintah Negara yang tertinggi di bawah MPR sistem ini logis karena Presiden berfungsi sebagai Kepala Negara dan juga sebagai Kepala Pemerintahan dan Presidenlah yang memegang Tanggung Jawab atas jalannya Pemerintahan dan di percayakan Kepadanya.
  5. Presiden tidak Bertanggung Jawab kepada DPR. Menurut sistem pemerintahan kita Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR, tetapi Presiden bekerjasama dengan DPR dalam hal Pembuatan UU dan Menetapkan APBN. Presiden tidak dapat membubarkan DPR dan DPR tidak dapat menjatuhkan Presiden.
  6. Menteri Negara ialah pembantu presiden, menteri negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. Pengangkatan dan pemberhentian Menteri-Menteri Negara adalah sepenuhnya wewenang Presiden. Menteri-Menteri tersebut tidak bertanggung jawab kepada DPR tetapi bertanggung jawab kepada presiden. Menteri-Menteri inilah yang pada kenyataannya menjalankan kekuasaan Pemerintahan di bidangnya masing-masing.
  7. Kekuasaan Kepala Negara tidak Tak Terbatas. Sesuai dengan Sistem ini kebijakan/ Tindakan Presiden dibatasi dan di awasi oleh DPR. Sistem/ Mekanisme ini merupakan sarana prefentif untuk mencegah pemerosotan sistem konstitusional menjadi absolutisme.

Politik ( kebijakan )

Politik adalah suatu rangkaian asas, prinsip jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan yang kita kehendaki.

Stratifikasi Politik ( Kebijakan ) Nasional Negara RI

I. Tingkat penentu kebijakan ( Politik ) Puncak
  • Kewarganegaraannya ada pada MPR bentuk rumusannya adalah UUD 1945 dan kehidupan-kehidupan MPR.
  • Presiden sebagai kepala Negara bentuk rumusannya adalah Dekrit.
II. Tingkat Penentu Kebijakan ( Politik ) Umum.
Kewarganegaraannya ada pada Presiden sebagai kepala pemerintahan.
Bentuk rumusannya adalah :
  1. Undang-Undang + DPR
  2. Perpu ( Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang )
  3. Peraturan Pemerintah
  4. Peraturan ( Keputusan Presiden )
III. Tingkat Penentu Kebijakan ( Politik ) Khusus
Kewarganegaraannya ada pada memberi, bentuk rumusanya adalah
  1. Peraturan Menteri
  2. Keputusan Menteri
  3. Instruksi Menteri
  4. Surat Edaran
IV. Tingkat Penentu kebijakan ( Politik ) Teknis Kewarganegaraannya ada pada Pejabat E selon I di setiap kementrian ( sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal ). Bentuk rumusannya adalah :
  1. Peraturan Sekretaris Jenderal/ Direktur jenderal
  2. Keputusan Sekretaris Jenderal/ Direktur jenderal
  3. Instruksi Sekretaris Jenderal/ Direktur jenderal
  4. Surat edaran Sekretaris Jenderal/ Direktur jenderal

V. Dua macam pembuat Aturan di daerah
  1. Gurbernur Sebagai Kepala Pemerintahan di tingkat I ( Propinsi ) dan bupati/ Wali kota sebagai kepala Pemerintahan di Tingkat II ( Kota Madya ) adalah wakil Pemerintah Pusat di daerah/ Wilayahnya masing-masing.
  2. Gurbernur sebagai kepala Daerah di Tingkat I ( Propinsi ) dan Bupati/ Wali Kota sebagai Kepala Daerah di Tingkat II ( Kabupaten dan Kota Madya ) diberikan otonomi untuk mengatur dan mengurus rumah tangga wilayah/ daerahnya masing-masing dalam bentuk:
a. Peraturan Daaerah ( PERDA ) + DPRD
b. Peraturan Gubernur/ Bupati/ Wali Kota
c. Keputusan Gubernur/ Bupati/ Wali Kota
d. Instruksi Gubernur/ Bupati/ Wali Kota
e. Surat Edaran Gubernur/ Bupati/ Wali Kota

Konstitusi

Konstitusi ialah kerangka kerja (Frame work) dari sebuah Negara yang menjelaskan bagaimana tujuan pemerintahan Negara tersebut diorganisir dan dijalankan.

Makna dan Unsur Konstitusi :
  1. Sebagai perwujudan perjanjian masyarakat artinya konstitusi merupakan hasil dari kesepakatan masyarakat untuk mmbina Negara dan pemerintahan yang akan mengatur mereka.
  2. Sebagai piagam yang menjamin hak Asasi Manusia dan Warga Negara sekaligus menentukan Batas- batas Hak dan Kewaiban Waga Negara dan alat-alat Pemerintahan.
  3. Sebaagai kerangka bangunan pemerintahan.
Fungsi Konstitusi :
  1. Sebagai Hukum maka bersifat mengikat setiap Lembaga Negara, Lembaga Pemerintah, Lembaga Masyarakat, Dan Warga Negara.
  2. Sebagai nama-nama, kaidah-kaidah, aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan, yang harus dilakasanakan dan di taati oleh semua pihak yang terikat dalam Negara tersebut.
  3. Sebagai sumber Hukum artinya setiap produk Hukum seperti UU Peraturan Pemerintah Pengganti UU, Keputusan/Peraturan/ Tindakan dan berbagai kebijaksanaan pemerintah harus berdasarkan Konstitusi.
  4. Sebagai alat Pengawasan/ Parameter terhadap norma Hukum yang ada Dibawahnya.
TataUrutan Perundang-Undangan di Negara RI
1. UUD 1945 ( konstitusi )
2. Ketetapan MPR.
3. Undang - Undang.
4. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ( PERPU ).
5. Peraturan Pemerintah.
6. Peraturan/ Keputusan Presiden.
7. Peraturan Menteri.


Dua Macam Konstitusi

1. Konstitusi Tertulis
Keseluruhan sistem aturan yang menerapkan dan mengatur tata kehidupan kewarganegaraan melalui sistem pemerintahan Negaraan dan Tata Hubungan semuatimbal Balik antara Negara, Pemerintah, Dan orang-seorang yang berada pada pemerintahannya.

Contoh :UUD 1945, 16 Bab, 37 Pasal, 180 ayat, 3 Aturan Peralihan, 2 Aturan Tambahan.


2. Konstitusi Tidak Tertulis ( conversi )
aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraaan Negara meskipun sifatnya tidak tertulis.

Contoh :
  • Pengambilan keputusan melalui Musyawarah untuk mufakat.
  • Pidato kewarganegaraan Presiden RI setiap tanggal 16 Agustus di depan sidang Parnipurna DPR.
  • Pidato Presiden RI yang diucapkan di Depan Sidang Pleno DPR tentang keterangan pemerintah ( RAPBN ) pada minggu pertama bulan Januari setiap Tahun.

IDEOLOGI

Ideologi

Ide : Pemikiran, gagasan, ide.
Logi : Pengetahuan.

Ideologi ialah seperangkat gagasan atau pemikiran yang berorientasi pada tindakan yang di organisir menjadi suatu sistem yang teratur.

Unsur Ideologi
1. Adanya suatu realitas hidup yang diyakini
2. Adanya tuuan hidup yang dicita-citakan.
3. Adanya cara atau program guna mewujudkan tujuan hidup yang di cita-citakan.

Peranan Ideologi
  1. Dimensi realita : kemampuan suatu ideologi untuk mengadapatasi nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.
  2. Dimensi idealisme : kulitasidealisme yang terkandung didalamnya mampu menggugah harapan optimisme dan motivasi bagi pendukungnya.
  3. Dimensi fleksibilitas : kemampuan suatu ideologi dalam mempengaruhi dan menyesuaikan diri denga pertumbuhan dan perembangan masyarakat.
Persamaan Dan Perbedaan Antar Ieologi

Komunisme -> sosialisme, marxisme, Lenimisme.
Komunisme :
  1. Ateisme : tidak mengenal agama.
  2. manusia makhluk jasmani.
  3. manusia makhluk sosial.
  4. keputusan ditanga pimpinan partai.
  5. kepentingan Negara.
Liberalisme-> Materialisme, Individualisme, kapitalisme.
Liberalisme :
  1. Sekuler : mengakui agama tetapi di luar itu Negara tidak ikiut campur.
  2. Manusia makhluk jasmani dan rohani.
  3. manusia Individu.
  4. keputusan melalui Voting.
  5. Kepentinga Mayoritas.
Pancasila
  1. Monoteistis : saling mencampuri urusan agama dan negara.
  2. manusia makhluk jasmani dan rohani.
  3. manusia makhluk pribadi dan sosial.
  4. keputusan melalui musyawarah untuk mufakat.
  5. kepentingan seluruh rakyat indonesia.

Negara

Penduduk/Kewarganegaraan

Warga Negara ialah orang-orang sebagai bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur Negarayang mempunyai hubungan yang tidak terputus dengan tanah airnya.Dengan Undang-Undang Dasar Negaranya.
Sekalipun yang bersangkuta berada di luar selama yang bersangkuta tidak memutuskan hubungannya.

Penentuan Kewarganegaraan.
1. IUS SANGUINIS
Kewarganegaraan didasarkan pada unsur darah keturunan dari orang tua yang menurunkannya, sekalipun di lahirkan di luar negaranya.
2. IUS SOLI
Kewarganegaraan seseorang ditentukan berdasarkan tempat kelahiran/dimana dilahirkan.
3. NATURALISASI
Seorang Kewarganegaraan asing dapat mengajukan permohonan untuk menjadi warga Negara dari suatu Negara tertentu setelah dapat melengkapi beberapa sarat tertentu.

Problem Kewarganegaraan
1. BIPATRIDE.
2. APATRIDE.

1. BIPATRIDE
Seseorang yang bewarganegaraan dari suatu Negara yang menerapkan system IUS SANGUINIS melahirkan anaknya di suatu Negara yang menerapkan sytem IUS SOLI maka anak tersebut tetap dinyatakan sebagai warga Negara di maa orang tuanya berasal dan juga sebagai warga Negara dari dimana ia dilahirkan.

2. APATRIDE
Seseorang yang berwarganegaraan dari sutu Negara yang menerapkan sistem IUS SOLI melahirkan anaknya di suatu negara yang menerapkan system IUS SANGUINIS maka anak tersebut tidak lagi dianggap sebagai warga Negara dari keDua orang tuanya dan juga tidak di anggap ssebagai warga Negara diman ia di lahirkan.

Arsitektur TCP /IP

Perbandingan Layer OSI & TCP/IP


Layer TCP /IP




Application Layer
=> Merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan.

Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web.

Transport Layer
Mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data host to host.
Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim.

Internet Layer
Mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI.
Contoh: Routing.


Physical Layer
Merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb.

Network Access Layer
merupakan layer yang berkaitan dengan semua hal dimana paket IP membutuhkan link secara fisik ke media jaringan.
Network Access Layer disebut juga sebagai host-to-network layer. Ini mencakup teknologi LAN dan WAN, dan semua informasi yang tercantum dalam data-link layer dan physical layer pada OSI layer.


Protokol TCP


Nomor Port



IP Address

IP atau Internet Protocol adalah sederetan angka biner 32 bit yang terbagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas biner 8 bit yang dipisahkan dengan tanda titik (dot). IP beroperasi pada lapisan network OSI (Open System Interconnection).

Format IP Address
disimbolkan dengan huruf “x”, dimana x bisa bernilai biner 1 atau 0. Contoh :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx

(jika x bernilai 1 atau 0)
11000000.10101000.00000000.00000001

192.168.0.1 ( konversi biner ke desimal)

Kelas IP Address
Kelas A mempunyai 8 bit yang dialokasikan untuk Network ID (bit untuk nomor unit jaringan) dan 24 bit yang dialokasikan untuk alamat Host ID (bit untuk nomor unik komputer atau ethernet). Bit yang merupakan urutan nilai tertinggi (most signification bit) berada di paling kiri dengan nilai selalu 0.


Kelas IP Address
Kelas A => (Untuk jaringan dengan jumlah host besar)

Kelas B => (Untuk jaringan dengan jumlah host sedang)

Kelas C => (Untuk jaringan dengan jumlah host sedikit)

Kelas D => (Untuk keperluan jaringan multicast. Contoh :Vicon)

Kelas E => (Untuk eksperimen jaringan (IP Address baru)).


IP Address Kelas A
Tabel 3-1: Kelas A


Alamat minimumnya semua bit di isikan dengan angka 0.
00000000.00000000.00000000.00000000 (nilai biner)
0.0.0.0 (nilai desimal)

Sedangkan alamat maksimumnya semua bit di isikan dengan biner 1 (kecuali bit pertama paling kiri).

01111111.11111111.11111111.11111111 (nilai biner)

127.255.255.255 (nilai desimal)


Kelas A
Karena dalam kelas A bit yang dialokasikan untuk alamat host (komputer) sebanyak 24 bit (2 pangkat 24), sehingga alamat ini dipakai untuk jaringan besar (big network).


IP Address Kelas B
Tabel 3-2: Kelas B



Alamat minimumnya dengan cara mengisikan biner 0 ke semua 30 bit dalam tabel di atas, kecuali bit pertama dan ke dua. Seperti biner berikut :

10000000.00000000.00000000.00000000 (nilai biner)
128.0.0.0 (nilai desimal)

Alamat maksimum ke 30 bit tersebut di isikan dengan biner 1 semua, kecuali bit pertama dan ke dua. Seperti biner berikut :

10111111.11111111.11111111.11111111 (nilai biner)
191.255.255.255 (nilai desimal)

Kelas B
Karena dalam kelas B bit yang di alokasikan untuk Host ID sebanyak 16 bit (2 pangkat 16), sehingga alamat ini biasa dipakai untuk jaringan sedang (medium network).


IP Address Kelas C
Tabel 3-3: Kelas C



Alamat minimum dengan cara mengisikan ke 29 bit pada tabel di atas dengan biner 0 semua. Seperti biner berikut:

11000000.00000000.00000000.00000000 (nilai biner)
192.0.0.0 (nilai desimal)

Alamat maksimum dari kelas C ini, ke 29 bit tersebut di isikan dengan biner 1 semua. Seperti biner berikut:

11011111.11111111.11111111.11111111 (nilai biner)
223.255.255.255 (nilai desimal)

Kelas C
Karena dalam kelas C bit yang di alokasikan untuk alamat Host ID sebanyak 8 bit (2 pangkat 8), maka alamat ini biasa di pakai untuk jaringan kecil (small network).


IP Address Kelas D
Tabel 3-4: Kelas D



Alamat minimumnya dengan cara memasukkan biner 0 semua ke 28 bit tersebut.Seperti iner berikut:

11100000.00000000.00000000.00000000 (nilai biner)
224.0.0.0 (nilai desimal)

Alamat maksimumnya, dengan cara memasukkan biner 1 semua ke 28 bit pada kelas D. Seperti iner berikut:

11101111.11111111.11111111.11111111 (nilai biner)
239.255.255.255 (nilai desimal)
Contoh: Komunikasi VICON.


IP Address Kelas E
Tabel 3-5: Kelas E


Nilai minimum untuk kelas E adalah:

11110000.00000000.00000000.00000000 (nilai biner)
240.0.0.0 (nilai desimal)

Sedangkan untuk nilai maksimumnya adalah:

11110111.11111111.11111111.11111111 (nilai biner)
247.255.255.255 (nilai desimal)

Alamat ini digunakan untuk keperluan IP address di masa yang akan datang.


Alamat-alamat Khusus
Alamat 0.0.0.0 tidak boleh digunakan untuk alamat yang menunjukkan host atau komputer.
Alamat 255.255.255.255 tidak boleh digunakan untuk alamat host, karena alamat ini menunjukkan alamat broadcast.

Nilai bit dalam format IP address yang menunjukkan alamat host, tidak boleh di isi dengan biner 0 semua atau 1 semua. Karena jika bit yang menunjukkan alamat host di isi biner 0 semua, secara otomatis akan digunakan oleh sistem sebagai alamat jaringan (Network-ID). Sedangkan jika bit untuk host tersebut di isi dengan biner 1 semua, secara otomatis akan menjadi alamat broadcast.


Alamat-alamat Khusus
Alamat 127.0.0.1 adalah alamat khusus yang digunakan untuk local host (loopback), sehingga tidak boleh di gunakan untuk Host ID.
Alamat 224.0.0.0 – 239.255.255.255 digunakan untuk teknologi multicasting.
Alamat 240.0.0.0 – 247.255.255.255 digunakan untuk keperluan IP address di masa yang akan datang.


IP Private
Kelompok IP address Private adalah alamat yang dipakai oleh LAN (Local Area Network) dan tidak dapat di akses oleh internet, range IP private.
seperti pada tabel berikut :

Tabel 3-6 :IP private.




Alamat Subnet mask

Nilai subnet mask berfungsi untuk memanajemen jumlah host. Dengan subnet mask router dapat menentukan bagian mana yang menunjukkan alamat jaringan (Network ID) dan bagian mana yang menunjukkan alamat host (Host ID).


Tabel 3-7: Subnet mask.



Contoh IP Address

Kelas A
IP address : 10.0.0.1
Subnet mask : 255.0.0.0
Network ID : 10.0.0.0
Broadcast ID : 10.255.255.255

Kelas B
IP address : 172.16.0.1
Subnet mask : 255.255.0.0
Network ID : 172.16.0.0
Broadcast ID : 172.16.255.255


Kelas C
IP address : 192.168.1.1
Subnet mask : 255.255.255.0
Network ID :192.168.1.0
Broadcast ID : 192.168.1.255

Dalam sistem operasi Linux penulisan subnet mask ditulis dengan tanda “/”.

Contoh:
address 192.168.0.1/24 {kelas C}
/24 diambil dari banyaknya jumlah angka 1 dari Alamat Subnet mask.
Subnet mask kelas C adalah 255.255.255.0 jika dituliskan secara desimal adalah :
11111111.11111111.11111111.00000000.

Jika dihitung, maka jumlah angka 1 adalah sebanyak 24.



Contoh Kasus
Dalam sebuah lab. Jaringan komputer tersedia 14 komputer, antar komputer di buat LAN dengan topologi star. Jika dalam LAN tersebut di kehendaki dengan alamat jaringan kelas C (misalkan 192.168.0.0). Tentukan:
Sabnet mask dan range IP address komputer dalam LAN tersebut!
Jawab:
Subnet mask kelas C =11111111.11111111.11111111.11110000
= 255.255.255.240
Jumlah host = 2 pangkat N – 2
= 2 pangkat 4 – 2
= 14
Range IP address LAN antara 192.168.0.1 – 192.168.0.14, sedangkan alamat jaringan (Network ID): 192.168.0.0 dan alamat broadcastnya adalah 192.168.0.15


Subnetting adalah suatu metode untuk memperbanyak network ID dari suatu network ID yang telah anda miliki.

Contoh kasus :
Sebuah perusahaan memperoleh IP address network kelas C 192.168.0.0. Dengan IP network tersebut maka akan didapatkan sebanyak 254 (2 pangkat 8 – 2) alamat IP address yang dapat kita pasang pada komputer yang terkoneksi ke jaringan.

Jika anda hanya menggunakan 30 komputer dalam satu kantor, maka ada 224 IP address yang tidak akan terpakai.
Untuk mensiasati jumlah IP address yang tidak terpakai tersebut, teknik subneting akan berlaku yaitu dengan membagi IP network menjadi beberapa network yang lebih kecil yang disebut subnet.


Rumus Subnetting
Rumus untuk menghitung jumlah subnet adalah : 2 pangkat n – 2
n adalah jumlah bit yang diselubungi

Rumus untuk menghitung jumlah host per subnet = 2 pangkat N – 2
N adalah jumlah bit yang masih tersisa untuk host ID


Subnetting Kelas A
Jika suatu perusahaan telah mendapatkan IP jaringan 10.0.0.0, sehingga bisa dibangun suatu jaringan dengan jumlah host yang sangat besar yaitu 2 pangkat 24 – 2 atau 16777214 host. Sedangkan jumlah komputer yang ada hanya 100 unit. Agar IP network tersebut bisa bermanfaat, maka diperlukan pembagian subnet. Yaitu dengan cara:

Jumlah komputer yang tersedia sebanyak 100 unit, sehingga biner subnet masknya adalah

11111111.11111111.11111111.10000000 atau 255.255.255.128, sehingga jumlah subnetnya adalah 2 pangkat 17 – 2 = 131070 dan jumlah host persubnetnya adalah 126. Sehingga masih memungkinkan untuk menambah komputer sebanyak 26 unit.


Tabel Subnetting Kelas A



Subnetting Kelas B

Untuk kelas B dengan 3 bit diselubungi, Subnet Masknya adalah 11111111.11111111.11100000.00000000 atau 255.255.224.0 dan IP Network yang di miliki: 180.124.0.0. Dengan rumus jumlah subnet adalah : 2 pangkat n – 2 dan jumlah host per subnet = 2 pangkat N – 2, sehingga dapat di hitung:

jumlah subnet = 2 pangkat 3 – 2 = 6
Jumlah bit yang masih tersisa untuk host ID adalah
N = 16 – 3 = 13
jumlah host persubnet = 2 pangkat 13 – 2 = 8190
Dengan menerapkan rumus (256 – angka oktet yang diselubungi) = (256 – 224) = 32, sehingga kelompok subnet yang dapat digunakan adalah kelipatan 32 yaitu: 32, 64, 96, 128, 160, 192.


Subnetting

Maka subnet (Network ID) yang tersedia adalah :
180.124.32.0
180.124.64.0
180.124.96.0
180.124.128.0
180.124.160.0
180.124.192.0

Dengan kelompok Ip Address yang dapat digunakan untuk host adalah :
180.124.32.1 sampai 180.124.63.254
180.124.64.1 sampai 180.124.95.254
180.124.96.1 sampai 180.124.127.254
180.124.128.1 sampai 180.124.159.254
180.124.160.1 sampai 180.124.191.254
180.124.192.1 sampai 180.124.223.254


Sedangkan kelompok broadcast yang dapat digunakan adalah :
180.124.63.255
180.124.95.255
180.124.127.255
180.124.159.255
180.124.191.255
180.124.223.255

Tabel Subnetting Kelas B



Subnetting Kelas C
Misalkan kita memiliki IP network 192.200.73.0 dengan subnet mask 11111111.11111111.11111111.11111100 atau 255.255.255.252 dimana bit oktet ke empat yang terselubung adalah 252. Dengan menggunakan rumus di atas bisa di hitung :

jumlah subnet = 2 pankat 6 – 2 = 62
jumlah host persubnet = 2 pangkat 2 – 2 = 2

Dengan menggunakan rumus (256-252)=4, sehingga kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 4 yaitu :4, 8, 12, …, 248 . Dengan demikian kelompok IP address yang dapat digunakan untuk host adalah :

192.200.73.5 sampai dengan 192.200.73.6
192.200.73.9 sampai dengan 192.200.73.10
.
.
.
192.200.73.249 sampai dengan 192.200.73.250

Kasus soal.

Misalkan kita mendapatkan IP network 192.100.73.0 dengan subnet mask 11111111.11111111.11111111.11000000 atau 255.255.255.192, dimana oktet bit ke empat yang terselubung adalah 192 (2 bit dari kiri). Seperti rumus diatas, sehingga bisa di hitung:
Jumlah host persubnet
Jumlah subnet
IP Addreass, Network dan broadcast.

Tabel Subnetting Kelas C


Subnetting Kelas C

Sedangkan kelompok subnet (Network ID) yang dapat digunakan adalah :
192.200.73.4
192.200.73.8
.
.
.
192.200.73.248

Sedangkan kelompok broadcast yang dapat digunakan adalah :
192.200.73.7
192.200.73.11
.
.
.
192.200.73.251

21 April, 2010

Virus Komputer

VIRUS KOMPUTER


PENGERTIAN VIRUS

Pertama kali istilah “virus” digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses). Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa. Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya,yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan “worm”.

ASAL MUASAL VIRUS

1949, John von Neumann, menggungkapkan ” teori self altering automata ” yang merupakan hasil riset dari para ahli matematika.

1960, Lab BELL (AT&T), para ahli di lab BELL (AT&T) mencoba-coba teori yang diungkapkan oleh John von Neumann, dengan membuat suatu jenis permainan/game. Mereka membuat program yang dapat memperbanyak dirinya dan dapat menghancurkan program buatan lawan. Program yang mampu bertahan dan menghancurkan semua program lain, akan dianggap sebagai pemenangnya.

Virus komputer adalah suatu program komputer yang menduplikasi atau menggandakan diri dengan menyisipkan kopian atau salinan dirinya ke dalam media penyimpanan / dokumen serta ke dalam jaringan secara diam-diam tanpa sepengetahuan pengguna komputer tersebut.

Arti Definisi / Pengertian Varian Virus Worm, Trojan Dan Spywarea.

  • WormWorm adalah lubang keamanan atau celah kelemahan pada komputer kita yang memungkinkan komputer kita terinfeksi virus tanpa harus eksekusi suatu file yang umumnya terjadi pada jaringan.
  • TrojanTrojan adalah sebuah program yang memungkinkan komputer kita dikontrol orang lain melalui jaringan atau internet.
  • SpywareSpyware adalah aplikasi yang membocorkan data informasi kebiasaan atau perilaku pengguna dalam menggunakan komputer ke pihak luar tanpa kita sadari. Biasanya digunakan oleh pihak pemasang iklan.

Tanda-Tanda/Ciri-Ciri Komputer Kita Terkena/Terinfeksi Virus Komputer :

  1. Komputer berjalan lambat dari normal- Sering keluar pesan eror atau aneh-aneh- Perubahan tampilan pada komputer
  2. Media penyimpanan seperti disket, flashdisk, dan sebagainya langsung mengkopi file aneh tanpa kita kopi ketika kita hubungkan ke komputer.
  3. Komputer suka restart sendiri atau crash ketika sedang berjalan.
  4. Suka muncul pesan atau tulisan aneh
  5. Komputer hang atau berhenti merespon kita.
  6. Harddisk tidak bisa diakses- Printer dan perangkat lain tidak dapat dipakai walaupun tidak ada masalah hardware dan software driver.
  7. Sering ada menu atau kotak dialog yang error atau rusak.
  8. Hilangnya beberapa fungsi dasar komputer.
  9. Komputer berusaha menghubungkan diri dengan internet atau jaringan tanpa kita suruh.
  10. File yang kita simpan di komputer atau media penyimpanan hilang begitu saja atau disembunyikan virus. dan lain-lain...


KRITERIA VIRUS

Suatu program dapat disebut sebagai suatu virus apabila memenuhi minimal 5 kriteria berikut :

1. Kemampuan untuk mendapatkan informasi.
2. Kemampuan untuk memeriksa suatu file.
3. Kemampuan untuk menggandakan diri dan menularkan diri.
4. Kemampuan melakukan manipulasi.
5. Kemampuan untuk menyembunyikan diri.

Sekarang akan coba dijelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dari tiap-tiap kemampuan itu dan mengapa ini sangat diperlukan.Sekarang akan coba dijelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dari tiap-tiap kemampuan itu dan mengapa ini sangat diperlukan:

Kemampuan untuk mendapatkan informasi

Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam suatu directory. Untuk apa? Agar dia dapat memperoleh daftar file yang bisa dia tulari. Misalnya, virus makro yang akan menginfeksi semua file data MS Word, akan mencari daftar file berekstensi *.doc.

Kemampuan memeriksa suatu program

Suatu virus juga harus bisa memeriksa suatu file yang akan ditulari, misalnya dia bertugas menulari program berekstensi *.doc, maka dia harus memeriksa apakah file dokumen tersebut telah terinfeksi ataupun belum, karena jika sudah, akan percuma menularinya lagi.

Kemampuan untuk menggandakan diri

Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari file lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya. Jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya penularan dengan cara menuliskan byte pengenal pada file tersebut, dan seterusnya mengcopikan/menulis kode objek virus diatas file sasaran. Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk menulari/menggandakan dirinya adalah :File yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. Kemudian diciptakan suatu file berisi program virus itu sendiri menggunakan nama file yang asli.Program virus yang sudah dieksekusi/load ke memori akan langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file yang ada.

Kemampuan mengadakan manipulasi,

Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus menulari suatu file. Isi dari suatu rutin ini dapat beragam mulai dari yang tidak berbahaya sampai yang melakukan perusakan. Rutin ini umumnya digunakan untuk memanipulasi file atau pun mempopulerkan pembuatnya. Rutin ini memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System), sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem operasi. Misal :

* Membuat gambar atau pesan pada monitor.
* Mengganti/mengubah-ubah label dari tiap file, direktori, atau label dari drive di PC.
* Memanipulasi file yang ditulari.
* Merusak file.
* Mengacaukan kerja printer, dsb.

Kemampuan Menyembunyikan diri,

Kemampuan menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.Langkah langkah yang biasa dilakukan adalah:

* Program virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.
* Program virus diletakkan pada Boot Record atau track pada disk yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri.
* Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak terlalu berubah ukurannya.

Virus tidak mengubah keterangan/informasi waktu suatu file dll.

SIKLUS HIDUP VIRUS

Siklus hidup virus secara umum, melalui 4 tahap:

  • Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur ),

Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi tertentu, semisal: tanggal yang ditentukan, kehadiran program lain/dieksekusinya program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini.

  • Propagation phase ( Fase Penyebaran ),

Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, RAM dsb). Setiap program yang terinfeksi akan menjadi hasil “kloning” virus tersebut (tergantung cara virus tersebut menginfeksinya).

  • Trigerring phase ( Fase Aktif ),

Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa kondisi seperti pada Dormant Phase.

  • Execution phase ( Fase Eksekusi ), Pada fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya. Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb.


JENIS – JENIS VIRUS

Jenis-jenis virus yang sering berkeliaran di masyarakat umum.

  • Virus Makro, Jenis virus ini pasti sudah sangat sering kita dengar. Virus ini ditulis dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa pemrograman dari suatu Operating System. Virus ini dapat berjalan apabila aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik. Sebagai contoh jika pada komputer mac dijalankan aplikasi Word, maka virus makro yang dibuat dari bahasa makro Word dapat bekerja pada komputer bersistem operasi Mac ini.Contoh virus:
  1. Varian W97M, misal W97M.Panther. Panjang 1234 bytes, akan menginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen apabila dibuka.
  2. WM.Twno.A;TW. Panjang 41984 bytes, akan menginfeksi Dokumen Ms.Word yang menggunakan bahasa makro, biasanya berekstensi *.DOT dan *.DOC

  • Virus Boot Sector, Virus Boot sector ini sudah umum sekali menyebar. Virus ini dalam menggandakan dirinya, akan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan program booting virus. Sehingga saat terjadi booting maka virus akan diload ke memori dan selanjutnya virus akan mempunyai kemampuan mengendalikan hardware standar (contoh : monitor, printer dsb) dan dari memori ini pula virus akan menyebar ke seluruh drive yang ada dan yang terhubung ke komputer (contoh : floopy, drive lain selain drive c:).Contoh virus :
  1. Varian virus wyx ex: wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy, Panjang :520 bytes. Karakteristik: memory resident dan terenkripsi.
  2. Varian V-sign : Menginfeksi: Master Boot Record, Panjang 520 bytes. Karakteristik: menetap di memori (memory resident),terenkripsi, dan polymorphic).
  3. Stoned.june 4th/ bloody, Menginfeksi : Master Boot Record dan floopy, Panjang 520 bytes. Karakteristik: menetap di memori (memory resident), terenkripsi dan menampilkan pesan”Bloody!june setelah komputer melakukan booting sebanyak 128 kali.

  • Stealth Virus, Virus ini akan menguasai tabel interrupt pada DOS yang sering kita kenal dengan “Interrupt interceptor”. Virus ini berkemampuan untuk mengendalikan instruksi-instruksi level DOS dan biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya baik secara penuh ataupun ukurannya.Contoh virus :

  1. Yankee.XPEH.4928, Menginfeksi file *.COM dan *.EXE.Panjang 4298 bytes Karakteristik: menetap di memori, ukurantersembunyi, memiliki pemicu.
  2. WXYC (yang termasuk kategori boot record pun karena masuk kategri stealth dimasukkan pula disini), Menginfeksi floopy an motherboot record, Panjang 520 bytes Karakteristik: menetap di memori; ukuran dan virus tersembunyi.
  3. Vmem(s) Menginfeksi file file *.EXE, *.SYS, dan *.COM, Panjang fie 3275 bytes.Karakteristik: menetap di memori, ukuran tersembunyi, di enkripsi.

  • Polymorphic Virus, Virus ini Dirancang buat mengecoh program antivirus, artinya virus ini selalu berusaha agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu merubah rubah strukturnya setiap kali selesai menginfeksi file/program lain.Contoh virus:
  1. Necropolis A/B, Menginfeksi file *.EXE dan *.COM,Panjang file 1963 bytes.Karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,terenkripsi dan dapat berubah ubah struktur.
  2. Nightfall, Menginfeksi file *.EXE, Panjang file 4554 bytes. Karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi, memiliki pemicu, terenkripsi dan dapat berubah-ubah struktur.

Virus File/Program, Virus ini menginfeksi file-file yang dapat dieksekusi langsung dari sistem operasi, baik itu file *.EXE, maupun *.COM biasanya juga hasil infeksi dari virus ini dapat diketahui dengan berubahnya ukuran file yang diserangnya.Multi Partition Virus, Virus ini merupakan gabungan dari virus boot sector dan virus file. Artinya pekerjaan yang dilakukan berakibat dua, yaitu dia dapat menginfeksi file-file *.EXE atau *.COM dan juga menginfeksi boot sector.Virus layaknya virus biologi harus memiliki media untuk dapat menyebar, virus komputer dapat menyebar ke berbagai komputer/mesin lainnya juga melalui berbagai media, diantaranya:

* Disket, media storage R/W.
* Jaringan ( LAN, WAN,dsb).
* WWW (internet).
* Software yang Freeware, Shareware atau bahkan Bajakan.
* Attachment pada email, transfering file.

PENANGULANGANNYA

Langkah-Langkah untuk Pencegahan Untuk pencegahan anda dapat melakukan beberapa langkah-langkah berikut :

  • Gunakan antivirus yang anda percayai dengan update terbaru. Tidak perduli apapun merknya asalkan selalu diupdate, dan auto-protect dinyalakan maka komputer anda terlindungi.
  • Selalu scanning semua media penyimpanan eksternal yang akan digunakan, mungkin hal ini agak merepotkan tetapi jika auto-protect antivirus anda bekerja maka prosedur ini dapat dilewatkan.
  • Jika anda terhubung langsung ke Internet cobalah untuk mengkombinasikan antivirus anda dengan Firewall, Anti-spamming dsb.
  • Selalu waspada terhadap fle-file yang mencurigakan, contoh : file dengan 2 buah exstension atau file executable yang terlihat mencurigakan.

Untuk software freeware + shareware, ada baiknya anda mengambilnya dari situs resminya.Semampunya hindari membeli barang bajakan, gunakan software-software open source.

Langkah-Langkah Apabila telah Terinfeksi Deteksi dan tentukan dimanakah kira-kira sumber virus tersebut apakah di disket, jaringan, email dsb. Jika anda terhubung ke jaringan maka ada baiknya anda mengisolasi komputer anda dulu (baik dengan melepas kabel atau mendisable sambungan internet dari control panel).

Identifikasi dan klasifikasikan jenis virus apa yang menyerang pc anda, dengan cara:
  • Gejala yang timbul, misal : pesan, file yang corrupt atau hilang dsb.
  • Scan dengan antivirus anda, jika anda terkena saat auto-protect berjalan berarti virus definition di dalam komputer anda tidak memiliki data virus ini, cobalah update secara manual atau mendownload virus definitionnya untuk kemudian anda install. Jika virus tersebut memblok usaha anda untuk mengupdate, maka upayakan untuk menggunakan media lain (komputer) dengan antivirus yang memiliki update terbaru.
  • Bersihkan virus tersebut. Setelah anda berhasil mendeteksi dan mengenalinya maka usahakan segera untuk mencari removal atau cara-cara untuk memusnahkannya di situs-situs yang memberikan informasi perkembangan virus tersebut. Hal ini perlu dilakukan apabila antivirus dengan update terbaru anda tidak berhasil memusnahkannya.
  • Langkah terburuk. Jika semua hal diatas tidak berhasil adalah memformat ulang komputer anda .

Manajemen Memori

MANAJEMEN MEMORI


Bagian operating sistem yang mengatur memori disebut dengan memory manager.
Pemakaian memori (manajemen memori dan organisasi) perlu dilakukan karena hal tersebut sangat mempengaruhi kinerja komputer, sehingga memiliki fungsi dan tugas penting dan kompleks yaitu berkaitan dengan :
  1. Memori utama sebagai sumber daya yang harus dialokasikasikan dan dipakai bersama di antara sejumlah proses yang aktif, sehingga dapat memanfaatkan pemroses dan fasilitas masukan/keluaran secara efisien, sehingga memori dapat menampung sebanyak mungkin proses.
  2. Upaya agar pemogram atau proses tidak dibatasi kapasitas memori fisik di sistem komputer.

  • Manajemen memori
Sistem manajemen memori dapat dibagi kedalam dua kelas, yaitu : pemindahan proses (back and forth) diantara memori utama dengan disk selama eksekusi (swapping and paging) dan tidak ada pemindahan proses.
Mempunyai beberapa fungsi, antara lain :
a. Mengelola informasi memori yang dipakai dan tidak dipakai.
b. Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan.
c. Mendealokasikan memori dari proses yang telah selesai.
d. Mengelola swapping antara memori utama dan disk.

  • Manajenen memori pada sistem multiprogramming

Untuk sistem komputer yang berukuran besar (bukan small computers),
membutuhkan pengaturan memori, karena dalam multiprogramming akan melibatkan
banyak pemakai secara simultan sehingga di memori akan terdapat lebih dari
satu proses bersamaan. Oleh karena itu dibutuhkan sistem operasi yang mampu
mendukung dua kebutuhan tersebut, meskipun hal tersebut saling bertentangan,
yaitu :
a. Pemisahan ruang-ruang alamat.
b. Pemakaian bersama memori.

Manajer memori harus memaksakan isolasi ruang-ruang alamat tiap proses agar
mencegah proses aktif atau proses yang ingin berlaku jahat mengakses dan
merusak ruang alamat proses lain. Manajer memori di lingkungan
multiprogramming sekalipun melakukan dua hal, yaitu :
a. Proteksi memori dengan isolasi ruang-ruang alamat secara disjoint.
b. Pemakaian bersama memori.
Memungkinkan proses-proses bekerja sama mengakses daerah memori bersama.
Ketika konsep multiprogramming digunakan, pemakaian CPU dapat ditingkatkan.
Sebuah model untuk mengamati pemakaian CPU secara probabilistic :

CPU utilization = 1 - p n


Dengan :
* N menunjukkan banyaknya proses pada suatu saat, sehingga kemungkinan
bahwa semua n proses akan menunggu menggunakan I/O (masalah CPU menganggur)
adalah sebesar p n. Fungsi dari n disebut sebagai degree of
multiprogramming.
* P menunjukkan besarnya waktu yang digunakan sebuah proses


  • Manajemen memori berdasarkan keberadaan swapping

Manajemen memori berdasarkan keberadaan swapping terbagi menjadi dua, yaitu :
  1. Manajemen tanpa swapping. Manajemen memori tanpa pemindahan citra proses antara memori utama dan disk selama ekseskusi.
  2. Manajemen dengan swapping. Manajemen memori dengan pemindahan citra proses antara memori utama dan disk selama ekseskusi.

  • Manajemen memori berdasar alokasi memori

Manajemen memori berdasar alokasi memori terbagi dua, yaitu :

1. Alokasi memori berurutan (kontigu).
Adalah tiap-tiap proses menempati satu blok tunggal lokasi memori yang berturutan.
  • Keunggulan :
a. Sederhana.
b. Tidak akan terbentuk lubang-lubang memori bersebaran.
c. Karena berurutan, proses dapat dieksekusi dengan cepat.

  • Kelemahan :
a. Dapat memboroskan memori.
b. Tidak dapat memuatkan proses bila tidak ada satu blok memori yang
mencukupi.

2. Alokasi memori tak berurutan (non-kontinyu). Program dibagi menjadi beberapa blok atau segmen. Blok-blok program ditempatkan di memori dalam potongan-potongan tanpa perlu saling berdekatan. Teknik biasa digunakan pada sistem memori maya sebagai alokasi page-page dilakukan secara global.

  • Keuntungan :
a. Sistem dapat memanfaatkan memori utama secara lebih efisien.
b. Sistem operasi masih mampu memuatkan proses bila jumlah total lubang - lubang memori cukup untuk memuat proses yang akan dieksekusi.

  • Kelemahan :
a. Memerlukan pengendalian yang lebih rumit dan sulit.
b. Memori dapat menjadi banyak lubang tersebar (memori tak terpakai bersebaran).